Renungan

Kasih

Seorang saleh sedang terburu-buru karena terlambat bangun untuk pergi ke tempat ibadah. Ia berlari dan tergopoh-gopoh mengejar kendaraan umum yang bisa membawanya pergi ke tempat ibadahnya itu.

Tiba-tiba di pinggir jalan ada seorang pengemis menghampiri dia dan memohon-mohon dengan begitu memelas.

Orang saleh ini hanya diam sambil terus menunggu kendaraan. Namun si pengemis tetap memohon. Si saleh tetaplah diam tak peduli sambil terus memandangi jam tangannya.

Kendaraan umum datang. Namun tubuh lunglai pengemis menghalangi dia untuk naik. Akhirnya si orang ini menghardik… ” Tahu gak sih, aku udah terlambat sekarang. Kamu mengganggu aja. Minggir.. ”

Singkat cerita, ia meninggalkan si pengemis begitu saja. Tanpa melakukan apapun.

Sesampainya di depan tempat ibadah, ia begitu terkejut karena pengemis itu udah ada disana mendahului dirinya.

Sebuah kata singkat darinya…

” Aku tidak membutuhkan kesalehan kamu, aku hanya membutuhkan cinta kasih dari kamu ”

Seketika pengemis itu menghilang dari pandangan.

Tentang kepedulian dan cinta kasih. Apa iya sih saat ini kita masih memilikinya? Atau mungkin kita hanya peduli pada hal-hal yang sifatnya lebih sementara?

Coba bayangkan tiga atau empat tahun lagi dari sekarang
Orang mungkin udah akan lupa…

Apakah dulu kamu pernah mengucapkan kata-kata hebat ketika kamu berada di depan mimbar atau ketika kamu berpidato? Apa saja barang-barang mewah yang pernah kamu beli untuk meningkatkan penampilanmu?

Namun mereka akan sulit sekali melupakan…

Setiap perhatian yang pernah kamu berikan ketika kamu bersedia mengajari mereka… Setiap kata yang engkau berikan untuk membangun dan menyemangati mereka… Setiap pemberian sederhana yang pernah mereka terima di hari ulang tahunnya… Setiap detik yang kamu luangkan di saat mereka membutuhkan engkau…

Mungkin hanya hal sederhana, namun itu adalah sesuatu yang begitu berarti ketika kamu memberikannya dengan tulus.

Namun sayang…

Mungkin kita adalah orang yang dituntut untuk hidup cepat tanpa harus peduli satu sama lain…

Mungkin kita adalah generasi yang dididik untuk menyelamatkan diri sendiri sebelum memberi perhatian kepada orang lain…

” Eh dia masuk rumah sakit, mau ikut pergi jenguk ga? ”

” Oooh titip salam ya. Aku masih banyak urusan lain nih. ”

” Eh, aku boleh minta waktu kamu sedikit ga. Aku lagi dalam masalah berat nih ”

“Entar aja yah, sibuk kerja nih ”

Aku tidak tahu seberapa sedikit waktu yang sudah tersita untuk segala macam kesibukan yang kamu lakukan…

Aku cuma percaya…

Bahwa kita pasti masih punya waktu asalkan kita mau peduli pada orang lain.

Aku cuma percaya…

Bahwa kita pasti masih bisa punya perhatian, asalkan kita mau untuk meluangkannya.

Itu lebih tergantung dari isi hatimu, dari apa yang ada di dalam dirimu… bukan tergantung dari apa yang ada di luar diri kamu.
Memilih untuk peduli atau tidak peduli ada di dalam kendalimu… bukan dalam kendali situasi yang ada di sekeliling kamu.

Ada begitu banyak alasan untuk menjadi tidak peduli; karena kesibukan, karena gengsi, karena malas, karena capek, atau apapun itu…

Namun hanya ada satu alasan untuk menjadi peduli

Karena HATI…

20 Berkat

1. mengapa saya berkata “Saya tidak bisa” jika Alkitab mengatakan bahwa saya bisa melakukan segala sesuatu di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada saya (Fil 4:13)?

2. Mengapa saya merasa kurang jika saya tahu bahwa Allah akan memenuhi segala keperluan saya menurut kekayaan dan kemuliaanNya dalam Kristus Yesus (Fil 4:19)?

3. Mengapa saya harus merasa takut jika Alkitab berkata bahwa Tuhan tidak memberi saya roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, ketertiban (2 Tim 1:7)?

4. Mengapa saya harus merasa kurang iman jika saya tahu bahwa Allah telah mengaruniakan kepada saya ukuran iman tertentu (Rom 12:3)?

5. Mengapa saya menjadi lemah jika Alkitab berkata bahwa Allah adalah terang dan keselamatan saya dan bahwa saya akan tetap kuat dan akan bertindak (Maz 27:1, Dan 11:32)?

6. Mengapa saya harus membiarkan iblis menang atas hidup saya jika Roh yang ada di dalam saya lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia (1 Yoh 4:4)?

7. Mengapa saya harus pasrah kalah jika Alkitab berkata bahwa Allah dalam Kristus selalu membawa kita di jalan kemenanganNya (2 Kor 2:14)?

8. Mengapa saya harus kekurangan hikmat jika Kristus sendiri telah menjadi hikmat bagi saya dan Allah akan memberi hikmat jika saya minta padaNya (1 Kor 1:30; Yak 1:5)?

9. Mengapa saya harus depresi jika saya dapat mengingat bahwa saya dapat berharap pada Allah yang kasih setiaNya tidak habis-habisNya setiap pagi (Rat 3:21-23)?

10. Mengapa saya harus kuatir, resah, dan rewel jika saya dapat menyerahkan segala kekuatiran saya pada Tuhan yang memelihara saya (1 Pet 5:7)?

11. Mengapa saya harus selalu hidup dalam beban jika saya tahu bahwa di mana ada Roh Allah, ada kemerdekaan, dan Kristus telah memerdekakan kita (2 Kor 3:17; Gal 5:1) ?

12. Mengapa saya harus merasa terhukum jika Alkitab berkata bahwa saya tidak ada lagi di bawah penghukuman sebab saya di dalam Kristus (Rom 8:1) ?

13. Mengapa saya harus merasa sendirian jika Yesus berkata Ia akan selalu menyertai saya, tidak akan membiarkan dan tak akan meninggalkan saya (Mat 28:20; Ibr 13:5)?

14. Mengapa saya harus merasa terkutuk atau merasa saya menjadi korban nasib sial jika Alkitab berkata bahwa Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu (Gal 3:13-14) ?

15. Mengapa saya harus merasa tidak puas dalam hidup ini jika saya,seperti Paulus, bisa belajar untuk menjadi puas dalam segala keadaan (Fil 4:11) ?

16. Mengapa saya harus merasa tidak layak jika Kristus telah dibuat menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah (2 Kor 5:21) ?

17. Mengapa saya merasa takut disiksa orang jika saya tahu bahwa jika Allah di pihak saya tidak ada yang akan melawan saya (Rom 8:31) ?

18. Mengapa saya harus bingung jika Allah adalah Raja Damai dan Ia memberi saya pengetahuan melalui RohNya yang diam di dalam kita (1 Kor 14:33;2:12)

19. Mengapa saya harus terus-menerus gagal dan jatuh jika Alkitab berkata bahwa sebagai anak Allah saya lebih daripada orang-orang yang menang dalam segala hal, oleh Dia yang telah mengasihi saya (Rom 8:37)?

20. Mengapa saya harus membiarkan tekanan hidup mengganggu saya jika saya dapat punya keberanian karena tahu Tuhan Yesus telah menang atas dunia dan penderitaan (Yoh 16:33)? ” Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah ! ” (Mazmur 46:11a)

 

Hidup Seimbang

Brian Dyson, mantan CEO Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yg sangat menarik. Katanya, “Bayangkan hidup itu spt pemain akrobat dengan 5 bola di udara.
Kita bisa menamai bola-bola itu dengan sebutan:
1- pekerjaan
2- keluarga
3- kesehatan
4- sahabat, dan
5- semangat

Kita hrs menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yg terjatuh.

Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu di antara 5 bola tsbt, lepaskanlah “Pekerjaan” karena pekerjaan adalah BOLA KARET.

Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali.

Namun 4 bola lain spt Keluarga, Kesehatan, Sahabat, dan Semangat adalah BOLA KACA.

Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!”

Kemudian, Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang.

Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga pekerjaan (bola karet). Bahkan kita mengorbankan keluarga, kesehatan, sahabat, dan semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut.

Contohnya:
- Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga,
- Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita tidak memperhatikan kesehatan,
- Demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan sahabat baik.

Bukan berarti pekerjaan tidak penting! Tapi jangan sampai uang atau pekerjaan menjadi “berhala” dalam hidup kita.

Ingat, kalaupun kita kehilangan, uang selalu bisa dicari lagi. Tapi jika keluarga sudah “terjual”, ke mana kita bisa membelinya lagi..???
Apakah kita bisa membeli sahabat..???
Apakah kesehatan kita bisa kembali normal, jika kita terkena penyakit kritis..???

Mari jaga agar prioritas hidup kita tetap seimbang.

TOMCAT

Akhir zaman sudah dekat.
Semoga bermanfaat. Gbu!

TENTANG TOMCAT
Wahyu 9:3~5 & 10
Dan dari asap itu berkeluaranlah belalang-belalang ke atas bumi dan kepada mereka diberikan kuasa sama seperti kuasa kalajengking-kalajeng di bumi.
Dan kepada mereka dipesankan, supaya mereka jangan merusakkan rumput-rumput di bumi atau tumbuh-tumbuhan ataupun pohon-pohon, melainkan hanya manusia yang tidak memakai meterai Allah di dahinya.
Dan mereka diperkenankan bukan untuk membunuh manusia, melainkan hanya untuk menyiksa mereka lima bulan lamanya, dan siksaan itu seperti siksaan kalajengking, apabila ia menyengat manusia.
Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

PENANGKAL TOMCAT
Mazmur 91:9~11
Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu; sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.

Nubuat-nubuat di Alkitab sudah mulai digenapi, sudah sampai Kitab Wahyu kitab paling akhir dari Alkitab. Oleh sebab itu, berjaga-jagalah dan bersiap-siaplah sebelum pasal terakhir dari Kitab Wahyu: “Ya, Aku datang segera! Amin, datanglah Tuhan Yesus!” tergenapi.

13 Permintaan Anak

Menurut Psikolog Laksmi Andhiyani Setiawan S.Psi
Ada 13 permintaan anak yg mungkin tidak pernah mereka ucapkan :

1. Cintailah aku sepenuh hatimu
2. Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku
3. Cobalah mengerti aku dan cara belajarku
4. Jangan marahi aku di depan orang banyak
5. Jangan bandingkan aku dengan Kakak atau adikku atau orang lain.
6. Bapak Ibu jangan lupa, aku adalah fotocopy mu
7. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil
8. Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah
9. Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah pada ku
10. Jangan ungkit2 kesalahan ku
11. Aku adalah LaDANg PAHALA bagi mu
12. Jangan memarahiku dengan mengatakan hal2 buruk, bukankah apa yang keluar dari mulut mu adalah doa bagiku?
13. Jangan melarangku hanya dengan mengatakan “JANGAN” tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan sesuatu