Suatu malam, terjadilah badai yang sangat dasyat,hujan, angin kencang menghantam daerah tersebut.
Keesokan harinya, seorang anak muda dengan rasa sedih pergi untuk melihat kerusakan rumahnya.
Hujan es telah menghancurkan kebun rumahnya sehingga rata dengan tanah.
Sebagian rumahnya tidak beratap lagi. Kandang ayamnya hilang terbawa angin, dan banyak ayam mati dimana-mana.
Tiba-tiba ia mendengar suara ribut dari tumpukan kayu sisa kandang ayam.
Keluar seekor ayam jantan yang kemudian memanjat ke atas reruntuhan.
Ayam itu tidak berhenti memanjat hingga puncak papan tertinggi. Ayam jantan itu basah kuyup dan sebagian bulunya telah tercabut.
Tapi saat matahari muncul, ia mengepak-ngepakkan sayap-sayapnya yang kurus dan berkokok seperti biasa.
Mengapa ayam jantan yang telah babak belur itu tetap berkokok ?
Karen sifat alaminya adalah berkokok..
Sama dengan manusia, sifat alaminya yaitu ketika jatuh, ia akan langsung bangkit dan berjalan lagi.
Pernahkan anda melihat orang yang jatuh dijalanan lalu berkeras untuk diam saja dan tak mau berusaha bangun lagi ?
Saat diterpa badai, kita merasa dunia seketika runtuh, kita merasa tidak sanggup menjalani hidup ini lagi ?
Tapi selama kita masih bernapas, kita mempunyai harapan untuk mengubah segala sesuatunya.
Krn sifat alami kita (manusia) adalah untuk selalu BANGKIT meskipun badai menerpa…
source: Inspirasi
Ulek bawang merah, bawang putih, jahe, lengkuas, kunyit smp halus (bumbu). Taruh di mangkok, tambahkan 1 telor ayam, kocok smp rata.
Masukkan irisan daun bawang dan kemangi, tambahkan garam dan penyedap rasa, lalu aduk…
Ambil daun pisang sebagai pembungkusnya, dialasi daun salam lalu ambil bumbu kemangi tadi, taruh potongan ayam yg sudah dikukus terlebih dahulu.
lumuri lagi dengan bumbu kemangi dan potongan sereh terus dibungkus.
Dikukus selama 30 menit stlh itu di panggang atau dibakar.
Hidangkan…
Bahan:
500 g daging dada/paha ayam
1 batang serai, memarkan
1 lembar daun salam
3 sdm kelapa parut
300 ml air
Haluskan:
5 butir bawang merah
3 siung bawang putih
1 sdt ketumbar, sangrai
½ sdt merica butiran
10 g gula merah
1 sdt garam
Cara membuat: