bisnis di rumah

7 kesalahan terbesar di awal karir MLM

Anda pasti sering mendengar betapa banyak kisah sukses di dunia MLM, dimana seseorang yang asalnya betul-betul bangkrut kemudian dalam waktu yang sangat singkat dalam hitungan bulan tiba-tiba menjadi ‘super star’ dan menghasilkan sebuah kisah sukses dengan penghasilan hingga puluhan atau bahkan ratusan juta perbulan! Kemudian Anda didepan cermin melihat ‘seorang’ yang sudah tahunan menggeluti bisnis MLM dan status keuangan ‘orang tersebut’ tidak lebih baik dari sewaktu pertama memulainya. Ya, orang tersebut adalah Anda sendiri.

Kini Anda bertanya-tanya, apakah Anda bisa mempercayai kisah-kisah sukses Yang dulu membuat Anda tertarik dengan bisnis ini.

Kenyataannya adalah sederhana: kisah-kisah sukses tersebut bukan sekedar Legenda atau khayalan. Apabila Anda belum mencapainya hampir dapat dipastikan Anda telah melakukan 1 atau semuanya “7 Kesalahan Terbesar di Awal Karir MLM Anda.”

OK, kini saatnya Anda instropeksi dan mengoreksi kesalahan-kesalahan tersebut:

1.Anda menganggap MLM sebagai bisnis yang tidak perlu kerja keras.
Apakah MLM sebuah bisnis yang konsepnya sangat sederhana? Ya. Apakah cukup bekerja seadanya untuk mencapai sukses di dunia MLM? tidak, tidak dan tidak! Sebagian besar pelaku MLM beranggapan bahwa mereka dapat bergabung dengan bisnis MLM dan beberapa bulan kemudian mereka telah mendapatkan bonus puluhan juta perbulan tanpa bekerja keras. Hal tersebut sama sekali tidak benar. Para member sukses MLM yang telah menikmati bonus bulanan hingga ratusan juta akan mengatakan: Anda harus bekerja keras dan cerdas dengan system yang ada dan penghasilan Anda bisa mencapai puluhan bahkan ratusan kali.

Seorang teman yang kini bonusnya sudah mencapai ratusan juta perbulan mengatakan: “Saya mengerjakan bisnis ini bukan hanya dengan keringat, tapi juga darah dan air-mata?” Katanya menggambarkan penderitaan yang bertubi-tubi diawal karir MLM-nya. “Sukses saya memang adalah suatu berkah, tapi bukan sama sekali bukanlah suatu kebetulan. Saya merencanakannya dari dulu dan mengerjakan apapun untuk mencapainya”

Jadi Anda harus menyadari bahwa bisnis MLM adalah suatu bisnis yang harus Anda kerjakan dengan penuh komitmen. Bedanya dengan pekerjaan konvensional adalah Anda kini yang menentukan sendiri seberapa tinggi Anda ingin sukses dan Anda tidak perlu repot memulainya, sebab perusahaan MLM sudah menyediakan semua system: manajemen, produk, system bonus, dan training.

Meskipun ada system spillover dimana Anda bisa mendapat downline gratis, tapi itu bukanlah satu-satunya yang menjamin kesuksesan Anda. Sistem spillover hanya mempermudah namun tidak menjamin. Kerja keraslah yang menjamin Anda sukses. Sayayakin Tuhan setuju dengan pendapat saya.

2.Anda tidak memiliki target yang jelas!
Kenapa Anda bergabung dengan perusahaan MLM? Apa yang Anda inginkan? Berapa bonus yang Anda ingin hasilkan?
Jawaban UMUM dari 3 pertanyaan diatas umumnya adalah:
– Ingin dapat uang- Bonus yang besar- Sebanyak-banyaknya.
Dengan pengertian dan jawaban seperti itu, berapa kira-kira bonus yang akan Anda hasilkan? Tidak banyak. Ingat, MLM adalah suatu bisnis dan Anda harus mempunyai target yang jelas untuk sukses dalam suatu bisnis. Cukup masuk akal bukan? Anda harus tahu berapa bonus yang ingin Anda dapatkan 6 bulan, 1-2 tahun yang akan datang dst. Apa yang Anda lakukan dengan bonus-bonus tersebut: membeli BMW 325i baru warnah merah? Mengajak keluarga berwisata? Lalu kenapa 95% orang tidak memiliki target yang jelas? Karena umumnya orang takut untuk membuat suatu target. “Bagaimana kalau tidak tercapai?” Begitu umumnya pikiran 95% orang. Itu sebabnya 95% orang tersebut tidak puas dengan hidup mereka 95% orang tidak merasa mereka telah mencapai sesuatu yang dapat mereka banggakan. Sekarang mari kita analisa: seandainya Anda mencanangkan suatu target dan memang tidak tercapai, apakah kesehatan Anda terganggu? Apakah orang-orang yang Anda cintai tiba-tiba meninggalkan Anda?
Herman, seorang member MLM yang bekerja sebagai pegawai lapangan disebuah perusahaan mainan mengatakan kepada semua temannya bahwa 3 bulan kemudian dia akan dapat membeli sebuah sedan baru. Bahkan dia memberikan deskripsi yang jelas tentang warna, jenisnya dan harganya. Teman-teman mereka tertawa sewaktu mendengarkan ‘komitmen’ tersebut. Dan mereka tertawa lebih terbahak-bahak sewaktu akhirnya Sonny barusan mendapatkan ‘komitmennya’ 3 bulan lewat 10 hari. “Ha..ha..ha..kamu terlambat kan mendapatkan mobil ini?” olok mereka. Dengan tersenyum, Sonny menjawab: “Memang saya terlambat hampir 10 hari dari target saya, tapi paling tidak sekarang saya punya mobil baru. Jauh lebih baik dari 3 bulan yang lalu saya harus naik bis ke tempat kerja. Bagaimana dengan kalian sendiri? Kalian memang tidak terlambat mencapai target apapun karena anda TIDAK memiliki target apapun?. Sampaikan salam saya untuk kondektur bis yang biasa kita jumpai setiap pagi.”
Kami yakin Anda pun akan mengatakan dan merasakan suatu kebanggaan apabila Anda adalah Herman.

Kunci dari suatu keberhasilan adalah Anda harus memiliki suatu target yang jelas apa yang Anda inginkan dari bisnis MLM Anda. Brian Tracy seorang konsultan pengembangan SDM terkemuka di dunia dalam bukunya “21 rahasia untuk menjadi Multi Milyader” mengatakan: “Rahasia pertama untuk menjadi multi-milyader adalah BERMIMPI IMPIAN YANG BESAR (dream big dreams).”

Koreksi: Bertanyalah kepada diri Anda: berapa bonus atau apa yang harus Anda miliki untuk sekarang menjadi ‘happy’? Dengan kata lain, begitu Anda memulai bisnis MLM, Anda harus segera memikirkan apa yang ingin Anda hasilkan dari bisnis Anda: keliling dunia? Beli mobil dan rumah mewah?

3.Anda tidak memiliki dana operasional yang memadai
Meski bisnis MLM hanya alih belanja namun sangat disarankan agar Anda punya lebih sedikit uang lagi untuk membeli buku motivasi, formulir, bikin brosur, hadiri pertemuan dll.

Apakah berarti bisnis MLM adalah bisnis yang mahal untuk memulainya? Tentu saja tidak. Coba bandingkan dengan bisnis lainnya. Untuk memulai berjualan bakso saja, misalnya, Anda pasti butuh sekitar Rp. 5.000.000,- untuk membeli gerobak dorong, bahan pokok, dll. Dan berapa lama kira-kira Anda bisa mengembalikan modal tersebut?

Koreksi: Anda sebaiknya memulai bisnis MLM tidak dengan modal kosong. Paling tidak Anda harus memiliki penghasilan tetap untuk menghidupi kebutuhan minimal Anda sehari-hari entah dengan bekerja atau ambil untung dari berjualan produk Oriflame. Jangan sampai Anda menghabiskan tabungan Anda untuk mengerjakan bisnis MLM yang mungkin baru membuahkan suatu penghasilan 1 tahun berikutnya.

4.Anda tidak mempunyai Mentor yang patut ditiru:
Walaupun banyak cara untuk mencapai sukses, tapi alangkah bagusnya apabila ada yang mengajarkannya kepada Anda sehingga Anda tidak perlu susah-susah untuk menemukannya sendiri. Seorang pakar pengembangan kepribadian ternama di dunia Anthony Robbins mengatakan: “Buat apa susah-susah mencari jalan, karena sudah banyak orang lain yang melakukannya. Anda tinggal melakukan hal yang sama mereka lakukan, maka Anda akan mendapatkan hasil yang sama pula.”

Koreksi: Carilah di jajaran upline Anda siapa saja yang telah mencapai tingkat kesuksesan seperti yang Anda inginkan. Kemudian tanyalah bagaimana ‘resep’ dan strategi mereka hingga mencapai sukses.

5.Anda terjebak dalam “Management Trap”
Sebetulnya ada 2 macam “management trap” yang bisa menjadi penghambat utama bisnis MLM Anda. Untungnya, solusi dari masalah tersebut semuanya tergantung pada Anda sendiri. Pertama, Anda mengalami betapa sulit mensponsori seorang prospek ke Bisnis MLM Anda. Itu sebabnya begitu mendapatkan beberapa prospek, Anda sedemikian kuatir kehilangan mereka. Segala cara apapun Anda lakukan untuk ‘memberikan servis’ agar mereka tidak kecewa dan berhenti mengerjakan bisnis MLM Anda, mulai dari memberikan biaya operasional, downline, dll. Kita sering terpaku dengan kebiasaan mensponsori consultan baru dan memberikannya kepada consultan yang ‘malas, dijaringan kita dengan harapan mereka akan ‘termotivasi’ untuk menjadi aktif. Berapa kali atau berapa persentase keberhasilannya? Paling banyak 1 atau 2 %.

Motivasi adalah suatu sifat dari dalam diri kita sendiri, bukan dari luar. Sering seorang consultan memohon ‘beri saya downline dong, biar semangat.’ Seharusnya consultan tersebut memberikan ijazah dulu kepada anaknya biar giat sekolah? Atau, sering kita mendengar downline merengek ke ‘upline harus bantuin downline dong, biar termotivasi untuk bekerja.’ Ingat, tugas upline atau sponsor memang membantu, tapi hanya dalam hal support atau training dan bukan memberi downline, brosur, uang pendaftaran, dll.

Seorang consultan sukses mempunyai kepribadian seorang leader dari awal, bukan setelah mendapat kucuran downline dari uplinenya. Bahkan semua consultan sukses dengan bonus ratusan juta per bulan memiliki suatu kesamaan: mereka menghormati jajaran sponsor dan upline mereka, tapi mereka tidak menggantungkan bisnis mereka kepada para sponsor tersebut. “Saya lebih berkonsentrasi membina organisasi saya, sebab dari merekalah saya dapat mencapai impian saya.” Ungkap Debra seorang ibu rumah tangga dengan bonus lebih dari puluhan juta per bulan.

“Saya jarang ngobrol dengan upline, sebab sibuk dengan downline saya. Namun saya yakin upline saya tidak keberatan.” Siapa yang keberatan punya downline dengan bonus bulanan puluhan juta????

Seharusnya Anda justru banyak melakukan seleksi untuk memilih dengan siapa Anda sebaiknya melakukan investasi waktu dan pembinaan. Ada pepatah klasik di MLM yang mengatakan: “Jangan mengirim anak ayam ke sekolah rajawali.” Artinya semua orang memang mengatakan ingin sukses, kaya, dsb., tapi hanya sebagian kecil yang betul-betul mau bekerja sesuai dengan komitmennya.

Sebagian besar dari jaringan Anda akan terdiri dari konsumen partimer MLM mereka yang mengerjakan bisnis ini belum secara penuh, baik waktu maupun komitmen. Tapi tugas dan strategi Anda adalah membina mereka yang memiliki komitmen 100%, karena walaupun jumlah mereka sedikit, tapi merekalah yang akan membuat Anda “pensiun kaya”. “Saya hanya bekerja dengan 5 top leader setiap bulan hanya mereka yang memberikan komitmen 100% pada bisnis ini,” kata Stefanus, penghasil bonus bulanan puluhan juta. “Untuk mendapatkan 5 top leader tersebut, biasanya saya harus sponsor lebih dari 50 orang dan sering bahkan saya harus meneliti hingga kedalaman jaringan saya, mereka tidak selalu di level pertama.”

Management Trap berikutnya adalah anggapan bahwa kita MEMILIKI downline kita selamanya dan seutuhnya. Seringkali tanpa sepengetahuan kita beberapa anggota downline keanggotannya ‘expired’ atau kadaluwarsa. Kemudian beberapa saatkemudian consultan tersebut bergabung lagi dengan sponsor yang berbeda, maka ‘mantan’ upline atau sponsornya menjadi marah. Ingatlah bahwa MLM adalah bisnis ‘sukarela’ dalam arti kita tidak bisa memaksa seseorang untuk bekerja sesuai dengan kemauan kita. Ibaratnya kita telah cerai dengan pasangan kita, apakah kita akan marah kalau dia kencan dengan orang lain? Seharusnya kita justru harus memberikan semangat agar consultan tersebut lebih sukses dengan jajaran uplinenya yang baru.

Koreksi: Pertama, buatlah suatu sistem dimana Anda bisa terus menerus mensponsori member baru. Ingat, New members = new blood = new life. Sponsori semuanya langsung oleh Anda hingga Anda menemukan 3-5 individual yang betul-betul komitmen untuk sukses apapun resikonya. Berikan training kepada individual tersebut. Setelah mereka mandiri dalam 2-3 bulan, carilah lagi member baru untuk menggantikan mereka yang telah mandiri. Kemudian pantaulah perkembangan para leaders Anda: diskusi, presentasi dan bila perlu beramah-tamah untuk mempererat hubungan. Ajarkan kepada mereka untuk melakukan hal yang sama terhadap para leaders mereka. Artinya, duplikasikan kepedulian Anda kepada seluruh organisasi Anda.

6.Anda tidak mempunyai komitmen.
Kita sering mendengar member MLM mengatakan: saya mengerjakan 3 perusahaan MLM dengan produk yang berbeda: food supplement, tas dan oli mobil karena saya punya pangsa pasar yang berbeda. Seharusnya member diatas membuka supermarket untuk memenuhi kebutuhan pangsa pasarnya yang berbeda.
Kenapa member dengan lebih dari 1 MLM gagal di bisnis ini? Bisnis MLM adalah bisnis duplikasi, jadi Anda akan menduplikasikan etika dan cara kerja Anda kepada organisasi Anda- hal yang baik maupun hal yang buruk. Bayangkan,bila Anda mengerjakan MLM A dan MLM B, maka downline Anda dari MLM A akan mengerjakan MLM A dan MLM C. Kemudian downlinenya lagi akan mengerjakan MLM C dan MLM D. Maka akhirnya Anda tidak memiliki jaringan/grup yang berjalan sesuai dengan sistem.

‘Saya akan komit ke satu perusahaan kalau bonusnya sudah besar?.” Begitu kira-kira alasan klasik para member. Tapi pernahkah kita berpikir:’Bonus teman saya besar karena selama ini komit hanya ke satu perusahaan?’

Dari 100 penghasil terbesar MLM yang pernah dipublikasikan oleh Upline Magazine, tidak seorangpun dari mereka yang mengerjakan lebih dari 1 perusahaan.

Selain komitmen terhadap satu bisnis MLM, Anda juga perlu komitmen terhadap target Anda sendiri. Istilahnya: It’s now or never!

Target yang jelas (Kesalahan no. 2) dan komitmen sebetulnya merupakan satu kesatuan yang saling mendukung. Kadang-kadang kita merasa frustrasi dengan perkembangan bisnis kita, tapi selama kita tetap berkomitmen untuk mencapai target, kita akan kembali bersemangat.

Koreksi: Jangan memulai bisnis MLM di lebih dari 1 perusahaan karena Anda tidak akan fokus dan bertanyalah pada diri Anda, apa yang Anda bersedia lakukan untuk mencapai semua target Anda? Kemudian jangan menyerah sebelum target tersebut tercapai.

7.Anda tidak belajar untuk sukses dan mandiri
Kemampuan apa saja yang Anda perlukan untuk sukses dalam bisnis MLM? Atau lebih tepat, apa saja yang harus Anda lakukan? Cukup sederhana:
a. Konsumsi produk-produk MLM Anda, jadilah “product of the products”
b. Lakukan promosi offline dengan memberikan presentasi yang optimal dan terus menerus untuk mensponsori distributor baru.
c. Lakukan promosi online untuk mensponsori consultan baru dan binalah secara online.
d. Lakukan training kepada grup Anda agar menduplikasikan ke-3 hal tersebut diatas.

Sederhana, bukan? Tapi berapa banyak consultan yang melakukannya? tanpa mempercayai dan menggunakan sendiri produk MLM Anda, sangatlah sulit untuk membuat orang lain menggunakannya untuk jangka waktu yang panjang. Ingat, tidak semua consultan akan menghasilkan bonus yang besar di jaringan Anda.

Tapi selama mereka mempercayai dan menggunakan produk, Anda akan terus mendapatkan bonus. Produk adalah “kunci utama” apakah Anda akhirnya akan bisa pensiun dari bisnis MLM Anda (baru system bonus yang menentukan seberapa besar “uang pensiun” Anda tersebut).

Seringkali member MLM tidak mau belajar bagaimana memberikan presentasi, apalagi training. Padahal presentasi adalah nafas hidup bisnis MLM Anda. Bahkan pernah sewaktu menghadiri sebuah presentasi MLM, seorang prospek mengeluh bahwa presentasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan tidak pernah berubah, jadi banyak prospek yang sudah bosan. Kami bertanya walaupun sudah sangat menduga bagaimana perkembangan jaringan MLM consultan tersebut. Jawabannya: tidak berkembang sama sekali. Jelas bahwa consultan tersebut salah kaprah dalam menerima suatu presentasi yang ditujukan untuk CALON PROSPEK, bukan untuk consultan yang sudah aktif. Bagi seorang calon consultan, presentasi seperti apapun adalah BARU.

Harvey Connors, seorang senior bisnis MLM bahkan membuat system dimana membernya memberikan presentasi yang sama selama bertahun-tahun. “Anda bahkan harus ikut tertawa saat mendengarkan lelucon yang sama. Puluhan kali. Ratusan kali,” katanya. Hasilnya, bonus ratusan juta perbulan dan puluhan ribu organisasi yang berkebang terus.

Koreksi: kembalilah ke ilmu dasar MLM, yaitu, mengkonsumsi produk sendiri, sponsori member baru(terus-menerus), dan duplikasikan ke-2 hal tersebut kepada seluruh jaringan Anda. Memang tidak mudah untuk sukses di MLM, tapi juga tidak serumit yang masyarakat umum perkirakan. Paling penting, kenalilah manfaat produk secara global dan bagaimana memberikan presentasi yang efektif.

Nah, kini Anda bisa menganalisa apakah Anda melakukan “kesalahan” klasik diatas? Anda sebaiknya menyadari dan mengakui kesalahan mana yang Anda lakukan dan Anda DUPLIKASIKAN. Perbaiki kesalahan tersebut dan mulailah mengerjakan bisnis MLMseperti layaknya mereka yang sukses. Dan yang terpenting, jangan Anda pernah merasa putus harapan dengan bisnis ini karena kesalahan di masa lampau.

Anthony Robbins selalu mengatakan: “Sukses berasal dari tindakan benar, tindakan yang benar berasal dari pengalaman, pengalaman berasal dari suatu kesalahan atau bad judgement.” Nah, jadi kesalahan dimasa lampau tidak ada artinya apabila Anda bersedia menyadari dan memperbaikinya.

Originally posted 2011-10-22 15:36:50.

d’BC Network

Pertama kali gabung dBCN dengan bisnis oriflame-nya, asli hanya karena pengin punya website. Dan waktu itu gabungnya hanya Rp. 9.900 (pas promo). Betul2 ngga rugi.
Dasar ngga bakat dagang, saya berhasil WP1 karena nodong teman. WP2, WP3 lepas. Apalagi BC, engga-engga bangets :-(
Tapi ada milis yg membuat saya tetap terjaga. Pula ada Yenny teman seangkatan, yang betul-betul jadi kompor :-) . Waktu Yenny pecah telur 3%, 6%, saya masih santai. Tapi waktu Yenny mulai 9%, 12%, terus…terus…, saya mulai kebakaran jenggot!! Ada apa ini?
Tergerak untuk buka2 manual consultant, map sakti (sekarang d’Map), ebook training. Lho…ternyata begitu! Lah… ternyata begono…! Wah, harusnya begini toh…. Gubraks…!!
Kenapa ngga dari kemarin-kemarin!
Ngga mau sesal berkepanjangan, langsung sing-singkan lengan. Mulai promo, mulai rekrut. Tidak segampang membalikkan tangan memang. Tapi saya sudah punya gambaran, kemana saya harus melangkah, apa yg harus saya lakukan.
Ngga mau di posisi ini terlalu lama.

Go Diamond…!!

Originally posted 2011-07-31 16:43:06.

Bisnis di Rumah

bisnis di rumahKeberhasilan pemilik bisnis rumahan di seluruh dunia dalam hal gaya hidup bisa dikatakan tidak ada taranya dibandingkan bekerja pada sebuah perusahaan manapun.

Ada beberapa manfaat yg diperoleh saat menjalankan bisnis di rumah :

Kepuasan pribadi

Hal ini mungkin merupakan manfaat yang paling besar. Ini lebih seperti perasaan hebat ketika bisa memiliki sebuah bisnis. Ada prestige. Akan menjadi lebih memuaskan, ketika bisa memberikan kebaikan untuk banyak orang.

Tidak ada jadwal harian

Tentu saja bekerja di rumah memiliki banyak kemudahan.Dengan menjalankan bisnis rumahan, kita tidak perlu melakukan perjalanan pulang pergi ke kantor. Tentu saja tidak perlu ada ongkos perjalanan yang kita keluarkan. Kita bisa mengatur dengan nyaman suasana kerja, maupun jam kerja yang kita inginkan.

Bos

Anda dapat menjadi bos atas diri anda sendiri. Sebagai bos, semua keputusan ada di tangan anda. Anda dapat menentukan sendiri jam kerja yang dipilih, penghargaan yang diberikan, hukuman yang didapat, usaha yang dikelola, dan terdapat total kontrol. Tentu saja hal ini menjadi impian banyak orang.

Seberapa berhasil sebuah bisnis rumahan, sangat tergantung pada seberapa keras usaha yang dilakukan pemiliknya. Pastinya, bisnis berbasis rumah akan lebih aman, karena kekuasaan ada pada pemilik usaha. Apakah mau dilanjutkan atau tidak, semua kembali pada diri kita.

Langkah pertama dalam memulai usaha ini adalah membuat rencana bisnis. Penting bagi Anda untuk memiliki rencana detail, apa yang Anda inginkan dari bisnis rumahan. Tetapkan tujuan Anda, dan berapa banyak uang yang telah Anda siapkan untuk berinvestasi? Bagaimana jadwal kerja Anda? Berapa banyak waktu yang akan Anda curahkan untuk bisnis setiap hari? Semua hal-hal ini harus Anda perjelas sebelum Anda menjalankan usaha ini.

Jenis bisnis rumahan seperti apa yang anda mulai? Apakah sesuai dengan hobi Anda atau memilih menjadi afiliasi produk tertentu? Ini semua tergantung pada modal yang Anda miliki, seperti apa jenis bisnis yang akan Anda mulai. Satu hal, pastikan Anda realistis!!

Itulah keuntungan dari berbisnis rumahan. Faktanya, antara membangunnya dan keuntungan yang didapatkan, keduanya sama-sama menyenangkan.

 

 

Originally posted 2011-07-14 16:20:10.

Hidup Seimbang

Brian Dyson, mantan CEO Coca Cola, pernah menyampaikan pidato yg sangat menarik. Katanya, “Bayangkan hidup itu spt pemain akrobat dengan 5 bola di udara.
Kita bisa menamai bola-bola itu dengan sebutan:
1- pekerjaan
2- keluarga
3- kesehatan
4- sahabat, dan
5- semangat

Kita hrs menjaga semua bola itu tetap di udara dan jangan sampai ada yg terjatuh.

Kalaupun situasi mengharuskan Anda melepaskan salah satu di antara 5 bola tsbt, lepaskanlah “Pekerjaan” karena pekerjaan adalah BOLA KARET.

Pada saat Anda menjatuhkannya, suatu saat ia akan melambung kembali.

Namun 4 bola lain spt Keluarga, Kesehatan, Sahabat, dan Semangat adalah BOLA KACA.

Jika Anda menjatuhkannya, akibatnya bisa sangat fatal!”

Kemudian, Dyson mencoba mengajak kita hidup secara seimbang.

Pada kenyataannya, kita terlalu menjaga pekerjaan (bola karet). Bahkan kita mengorbankan keluarga, kesehatan, sahabat, dan semangat demi menyelamatkan bola karet tersebut.

Contohnya:
- Demi uang atau pekerjaan, kita mengabaikan keluarga,
- Demi meraih sukses dalam pekerjaan, kita tidak memperhatikan kesehatan,
- Demi uang atau pekerjaan, kita rela menghancurkan hubungan dengan sahabat baik.

Bukan berarti pekerjaan tidak penting! Tapi jangan sampai uang atau pekerjaan menjadi “berhala” dalam hidup kita.

Ingat, kalaupun kita kehilangan, uang selalu bisa dicari lagi. Tapi jika keluarga sudah “terjual”, ke mana kita bisa membelinya lagi..???
Apakah kita bisa membeli sahabat..???
Apakah kesehatan kita bisa kembali normal, jika kita terkena penyakit kritis..???

Mari jaga agar prioritas hidup kita tetap seimbang.

Yang Harus Diperhatikan Saat Mendisain Kantor di Rumah

Bisnis rintisan atau bisnis level kecil umumnya memakai rumah sebagai lokasi berbisnisnya. Menciptakan situasi kantor yang nyaman di rumah bukan perkara mudah. Di dalam ruang yang disebut kantor itu, pelaku usaha wajib fokus bekerja mencari pendapatan tanpa harus terganggu oleh urusan-urusan rumah tangga. Bagi Anda yang baru mau merintis bisnis rumahan dan berminat mendesain sebuah ruang khusus untuk dijadikan kantor, perhatikan beberapa hal penting berikut:

1.  Teknologi. Pastikan Anda mempunyai perangkat teknologi yang mendukung kelangsungan bisnis. Internet dengan koneksi tinggi wajib dimiliki terutama bagi Anda yang mengelola bisnis online. Fasilitas internet wireless memberi keuntungan terhadap ruang kerja yang tak terlampau besar sebab bisa menghasilkan kesan rapi tanpa harus dihiasi dengan untaian kabel.

2.  Kursi. Agar terasa nyaman bekerja sepanjang hari atau berjam-jam lamanya. Anda membutuhkan kursi yang tak hanya sekedar memberi kenyamanan bagi punggung namun juga kesehatan. Hindari memakai kursi makan dan kursi tanpa sandaran.

3.  Laptop atau PC. Keputusan untuk menggunakan laptop atau PC berada di tangan Anda sepenuhnya. Laptop maupun PC mempunyai keunggulan serta kelemahannya masing-masing. Laptop, praktis dan bisa dibawa kemana-mana tapi harganya mahal. Sedangkan PC cenderung berharga murah namun tak portable. Titik keunggulan laptop adalah pekerjaan Anda bisa diselesaikan di manapun.

4.  Telepon, fax, scanner, printer. Apapun bentuk serta bidang bisnis yang Anda geluti, perangkat elektronik pendukung seperti telepon, fax, scanner dan printer wajib ada. Walau perjanjian bisnis atau dokumen penting lainnya bisa dikirim melalui surat elektornik tapi ada mesin fax harus tetap ada di kantor Anda. Perusahaan besarpun tetap membutuhkan kehadiran mesin fax, begitu pula dengan bisnis yang Anda lakoni.

5.  Meja. Seperti halnya kursi, meja merupakan elemen penting dari sebuah kantor dan disarankan Anda memiliki meja yang cukup besar untuk mengakomodasi beragam dokumen dan kertas-kertas berharga lainnya agar tetap terlihat rapi serta terorganisir.

6.  Alat tulis kantor. Jangan lupa untuk menyediakan alat tulis kantor yang selain peralatan menulis juga terdapat staplespaper clip, gunting, lem, cutter dan lainnya.

7.  Membuat aturan kerja. Bekerja di rumah menyimpan keuntungan tersendiri tapi terkadang kehidupan personal bisa mengganggu kinerja. Untuk membedakannya, buatlah aturan kerja yang harus dijalani se-profesional mungkin selayaknya bekerja di perusahaan besar. Seperti misalnya bangun pagi, menyiapkan diri dan “berangkat” kerja. Jika ruang kantor di rumah mempunyai pintu, pasanglah tanda “sedang tak ingin diganggu” selama beberapa jam.

8.  Tipe pendiam. Jika Anda adalah sosok pendiam yang menyukai situasi tenang dan bebas suara gaduh, pasanglah headphone bila tiba-tiba anak Anda menciptakan kegaduhan saat sedang bermain di ruang sebelah.

9.  Tempat penyimpan yang memadai. Laci, rak, lemari cabinet atau tempat penyimpanan lain juga wajib ada di ruangan kantor Anda agar tercipta suasana yang rapi, nyaman serta teroganisir.

10.  Mempercantik perabot kantor. Bila Anda memiliki budget lebih dalam mendesain kantor, tak ada salahnya untuk membeli perabotan yang terlihat eksklusif. Tapi eksklusif di sini tak melulu harus mahal, Anda bisa mendapat aneka macam perabot berharga murah dari vendor yang menawarkan diskon, cuci gudang, barang bekas atau promosi lainya.

11.  Menentukan ruang. Kantor Anda walau berada di rumah tetaplah kantor yaitu ruang pribadi Anda. Karenanya, pilihlah sebuah ruang khusus agar Anda bisa bekerja dengan leluasa. Bila rumah Anda tak terlalu besar, ciptakan ruang buatan semisal di pojok ruang keluarga. Pisahkan dengan tembok atau partisi dan pintu agar Anda memiliki privasi dalam bekerja.

12.  Inspiratif. Manfaatkan cahaya natural yang berasal dari sinar matahari dan beri sedikit sentuhan inspiratif dengan menambahkan hiasan-hiasan dinding inspiratif seperti foto sosok entrepreneur yang Anda kagumi atau pigura kata-kata motivasional dari tokoh ternama.

Apapun yang Anda lakukan dalam mendesain kantor di rumah lakukanlah dengan cara semenyenangkan mungkin agar bisa memberi efek nyaman untuk bekerja. Selamat mencoba

Advertisement

Pin it

Follow Me on Pinterest
  • Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement
  • Advertisement


Belajar berbisnis bersama d'BC Network!
Jaringan independent consultant Oriflame yang sudah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online!

Isi Formulir di Bawah Ini Sekarang Juga!

Dari mana anda mendengar tentang website ini?
Kami menjaga kerahasiaan data anda
*for non Oriflame members only
©copyright d'BCN

PERHATIAN!

Penting Untuk Anda Ketahui! Setelah mengisi form dan melakukan konfirmasi, Anda akan menerima beberapa email berseri selama beberapa minggu kedepan yang menjelaskan secara langsung maupun tidak, hal-hal mengenai bisnis Oriflame bersama d'BC Network Bila memang tidak ingin menerima email berseri, Jangan Isi Form Ini!

Follow me