Lani adalah menantu yang tidak pernah akur dengan mertuanya.
Setiap bertengkar, Lani selalu berkata kepada mertuanya, “Lebih baik, kamu cepat mati saja”
Sang Beo yang ada di samping rumah sering mendengar kata² Lani dan akhirnya bisa menirunya, “Lebih baik, kamu cepat mati saja”
Tentu saja hal itu membuat Bambang, suami Lani sangat malu.
Bambang ingin sang beo mengucapkan kata² baik saja, dan melupakan kata² yang tidak pantas tsb.
Dia lalu menitipkan sang beo kepada Pastor dan diletakkan di taman samping gereja.
Tiga bulan berlalu. Bambang yakin, beo yang se-hari²nya berada di lingkungan gereja, telah bisa mengucapkan kata² yang baik, lalu membawanya pulang.
Seperti biasa, konflik antara lani dengan mertuanya terjadi lagi, lalu Lani berkata kepada mertuanya, “Lebih baik, kamu cepat mati saja”
Sang beo dengan spontan menjawab, “KABULKANLAH DOA KAMI, YA TUHAN,,,” !!!
Tukang ikan: “Bu, ikan kembung seger nih!”
Pembeli: “Kecil2 ‘gini, ini sih bukan kembung, tapi kempes!”
Tkg ikan nyengir. “Atau ini bu, ikan belanak?”
Pembeli: “Heeellooww, ikan bukannya bertelor, bang?!”
Tkg ikan menahan jengkel.
Pembeli:”…Ee, sebetulnya saya mau cari ikan baronang, bang”…
Tkg ikan: “heeellooow.. Semua ikan dari dulu juga baronang, bu. Belom ada yg jalan kaki ato naek ojeg!”…
Polisi: Bagimana kronologisnya, sampai kamu bisa menabrak 50 orang begitu?
Jono: Saya ngendarain mobil, kecepatan 100 km/jam. Pas di pertigaan, remnya tiba2 blong, kalo ke kiri ada 2 orang pria, sedang kekanan ada pesta kawinan. Coba kalo Bapak milih nabrak yang mana?
Polisi: Tentu mendingan ke kiri, secara korbannya lebih sedikit….!!
Jono: Iya, sama! Saya juga mikirnya gitu Pak!
Polisi: Trus kenapa orang2 di pesta kawinan kena tabrak juga…?!
Jono: Nah, masalahnya kan saya udah milih nabrak 2 orang pria yang di kiri. Eh, yang kena cuma satu orang! Yg satu orang lagi lari nyebrang ke pesta kawinan. Jadi saya banting stir lagi ke kanan ngejar dia Pak…!!
Polisi: ?+@#!!
What is Junglish? Jungle English..like one mentioned below:
Javelish.. The typical Javanese language: ‘lho’, ‘lha’, ‘tho’, ‘kok’, ‘ki’, etc
-Lho, I already bought that book !
-Kok, buying again ?
-I told you many times ‘tho’ !
-Lha, I didn’t know … how ki !?
-Don’t be like that, no….!?
Jakartenglish ? Jakarte English is marked by the ‘sih’, ‘deh’, ‘dong’, ‘nih’, etc
-That book is very good, deh.
-Can you speak english?.. yeah a little sih I can!
-Use my money first nih..
-Give me more dong..
-How sih? Little little angry..
Surobenglish? Suroboyo English is marked by ‘tah’
-Do you feel sick, tah ?
Other exclamation words of Java : ‘wo_’, ‘wah’, ‘wé_’, ‘jian’, and ‘jé_’
-Wé_ lha this book is mine jé…!
-Wo_, only like that tho!
-Wah, expensive banget!
-Jian, Paijem is so beautiful tenan.
Sundanglish is also available such as ‘atuh’, ‘euy’, ‘mah’
-Well, if that kind, it pretty so-so atuh
-It can’t be that way euy..
-I am mah, not like that… anything else ?
There are also abundant ‘sound effect’ in Javanesse language.
-Suddenly, mak bedhengus den Tukiman appeared
-My head feels pain, mak cleng!
-Mak tlepok, I got a mango!
-My chicken is suddenly died, mak cekengkeng
-Mak gedebug, Kampreté fell down.
-Mak jegagik…. Oh, trondholo !
Seorang jendral di TNI AD memanggil 3 orang prajurit yang dianggap pahlawan setelah bertugas di Aceh.
“Karena ini bukan benar-benar perang, saya tidak bisa memberi kalian medali. Tapi saya akan tetap memberi anda hadiah.
Yang harus kalian lakukan adalah menentukan dua titik di tubuh kalian, dan saya akan memberikan 100 ribu untuk tiap sentinya . Kita mulai dari kamu.”
Aztech : “Dari ujung kepala ke ujung kaki , Pak.”
Jendral : “Bagus, 180 senti, kamu mendapat 18 juta, lumayan untuk beli krupuk”
Lembayung : “Dari ujung jari kiri ke ujung jari kanan, Pak”
Jendral : “Bagus sekali, 185 senti, total 18,5 juta. Cukup buat beli cemilan”
Gerber : “Dari pundak ke kelingking, Pak”
Jendral : “Aneh, tapi baiklah.”
Pada saat sang Jendral mulai mengukur, “Mana kelingkingmu, Nak?”
Gerber : “Di Aceh, Pak”