3 Mata Paku yang tajam menancap kaki dan tanganNya, darahNya menetes dari kepala hingga ke badan bumi. Tuhan inilah kesalahanku yang Kau tanggung, Inilah dosaku yang Kau pikul. Kau merangkul hidupku ketika semua orang membenciku, mengata-ngataiku, mereka menceritakan keburukanku dari belakang, tapi aku tahu Kau Tuhan yang mendengar apa yang mereka katakan, Kau Tuhan yang selalu melihat apa yang mereka lakukan, dan Kau Tuhan yang selalu Mencintaiku ?i saat mereka meninggalkanku. Terima Kasih Tuhan untuk Kebaikanmu yang tak terhitung dalam hidupku…
Today God’s great sacrifice for our lives.. O:)??
Seorang saleh sedang terburu-buru karena terlambat bangun untuk pergi ke tempat ibadah. Ia berlari dan tergopoh-gopoh mengejar kendaraan umum yang bisa membawanya pergi ke tempat ibadahnya itu.
Tiba-tiba di pinggir jalan ada seorang pengemis menghampiri dia dan memohon-mohon dengan begitu memelas.
Orang saleh ini hanya diam sambil terus menunggu kendaraan. Namun si pengemis tetap memohon. Si saleh tetaplah diam tak peduli sambil terus memandangi jam tangannya.
Kendaraan umum datang. Namun tubuh lunglai pengemis menghalangi dia untuk naik. Akhirnya si orang ini menghardik… ” Tahu gak sih, aku udah terlambat sekarang. Kamu mengganggu aja. Minggir.. ”
Singkat cerita, ia meninggalkan si pengemis begitu saja. Tanpa melakukan apapun.
Sesampainya di depan tempat ibadah, ia begitu terkejut karena pengemis itu udah ada disana mendahului dirinya.
Sebuah kata singkat darinya…
” Aku tidak membutuhkan kesalehan kamu, aku hanya membutuhkan cinta kasih dari kamu ”
Seketika pengemis itu menghilang dari pandangan.
Tentang kepedulian dan cinta kasih. Apa iya sih saat ini kita masih memilikinya? Atau mungkin kita hanya peduli pada hal-hal yang sifatnya lebih sementara?
Coba bayangkan tiga atau empat tahun lagi dari sekarang
Orang mungkin udah akan lupa…
Apakah dulu kamu pernah mengucapkan kata-kata hebat ketika kamu berada di depan mimbar atau ketika kamu berpidato? Apa saja barang-barang mewah yang pernah kamu beli untuk meningkatkan penampilanmu?
Namun mereka akan sulit sekali melupakan…
Setiap perhatian yang pernah kamu berikan ketika kamu bersedia mengajari mereka… Setiap kata yang engkau berikan untuk membangun dan menyemangati mereka… Setiap pemberian sederhana yang pernah mereka terima di hari ulang tahunnya… Setiap detik yang kamu luangkan di saat mereka membutuhkan engkau…
Mungkin hanya hal sederhana, namun itu adalah sesuatu yang begitu berarti ketika kamu memberikannya dengan tulus.
Namun sayang…
Mungkin kita adalah orang yang dituntut untuk hidup cepat tanpa harus peduli satu sama lain…
Mungkin kita adalah generasi yang dididik untuk menyelamatkan diri sendiri sebelum memberi perhatian kepada orang lain…
” Eh dia masuk rumah sakit, mau ikut pergi jenguk ga? ”
” Oooh titip salam ya. Aku masih banyak urusan lain nih. ”
” Eh, aku boleh minta waktu kamu sedikit ga. Aku lagi dalam masalah berat nih ”
“Entar aja yah, sibuk kerja nih ”
Aku tidak tahu seberapa sedikit waktu yang sudah tersita untuk segala macam kesibukan yang kamu lakukan…
Aku cuma percaya…
Bahwa kita pasti masih punya waktu asalkan kita mau peduli pada orang lain.
Aku cuma percaya…
Bahwa kita pasti masih bisa punya perhatian, asalkan kita mau untuk meluangkannya.
Itu lebih tergantung dari isi hatimu, dari apa yang ada di dalam dirimu… bukan tergantung dari apa yang ada di luar diri kamu.
Memilih untuk peduli atau tidak peduli ada di dalam kendalimu… bukan dalam kendali situasi yang ada di sekeliling kamu.
Ada begitu banyak alasan untuk menjadi tidak peduli; karena kesibukan, karena gengsi, karena malas, karena capek, atau apapun itu…
Namun hanya ada satu alasan untuk menjadi peduli
Karena HATI…
Matthew Boggs merasa jenuh dan bosan berbicara tentang pernikahan karena perceraian orang tuanya, namun bertanya2 mengapa kakek neneknya bisa tetap sangat saling mencintai bahkan setelah 63 thn menikah. Akhirnya Matthew dan temannya Jason Miller melakukan perjalanan lebih dari 19.000 km keliling US untuk melakukan survey dan wawancara kepada pasangan yg sudah menikah lebih dari 40 thn dan mereka sebut sebagai ”Married Master“. Mereka namakan proyek tsb “project everlasting“. Dan inilah 7 Rahasia dalam mempertahankan pernikahan:
1. Perceraian bukanlah pilihan, no exit door in their married. Jadi apapun masalahnya, mereka harus menemukan solusi di dalam. Mereka mempertahankan komitmen terhadap pasangan hidupnya.
2. Tdk ada pernikahan yg sempurna, yg ada adalah moment2 atau saat2 sempurna. Perlu kerja keras dan saling menerima untuk membuat pernikahan berhasil.
3. Mereka selalu membuka saluran untuk berkomunikasi sesering mungkin, saling terbuka dan menghormati pendapat masing2. Pasangan kita tidak selalu tahu apa yg kita mau.
4. Jangan pernah berhenti berkencan dengan pasangan. Nikmati quality time berdua (tanpa hp, tanpa kerjaan, bahkan tanpa anak2). Komitmen kita terutama adalah pada pasangan bukan pada anak2.
5. Cinta dieja sebagai “memberi”. Mereka senang memberi, tingkat mementingkan diri sendiri yg sangat rendah. The great part is that the “me” gets everything it needs when it puts the “we” first.
6. Mereka mengerti bahwa hidup ini singkat. Kematian adalah pasti, jadi mereka mau merayakan dan menikmati kebersamaan selagi pasangannya masih hidup.
7. Mereka menaruh rasa hormat senantiasa. We can not love without respect. Hormatilah pernikahan.
Belajarlah dari mereka yg sudah terbukti berhasil mengarungi bahtera pernikahan mereka.
Menurut Psikolog Laksmi Andhiyani Setiawan S.Psi
Ada 13 permintaan anak yg mungkin tidak pernah mereka ucapkan :
1. Cintailah aku sepenuh hatimu
2. Aku ingin jadi diri sendiri, maka hargailah aku
3. Cobalah mengerti aku dan cara belajarku
4. Jangan marahi aku di depan orang banyak
5. Jangan bandingkan aku dengan Kakak atau adikku atau orang lain.
6. Bapak Ibu jangan lupa, aku adalah fotocopy mu
7. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil
8. Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah
9. Jangan membuat aku bingung, maka tegaslah pada ku
10. Jangan ungkit2 kesalahan ku
11. Aku adalah LaDANg PAHALA bagi mu
12. Jangan memarahiku dengan mengatakan hal2 buruk, bukankah apa yang keluar dari mulut mu adalah doa bagiku?
13. Jangan melarangku hanya dengan mengatakan “JANGAN” tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan sesuatu
Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya dipertanian mereka. Dia mendapat sebuah katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam.
Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih.
Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun.
Setelah makan, nenek berkata, “Sally, cuci piring.”
Tetapi Sally berkata, “Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?”
Dan Sally berbisik, “Ingat bebek?”
Jadi Johnny mencuci piring.
Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, “Maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan.”
Tetapi Sally tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu.”
Kembali dia berbisik, “Ingat bebek?”
Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah.
Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi. Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun.
Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, “Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Sally memanfaatkanmu.”
Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh kemukamu. Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Yesus Kristus juga selalu berdiri dijendela. Dan Dia melihat segalanya.
Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu.
Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga melupakan.”
Source: Renungan