Bacaan: Mazmur 67
Sesungguhnya setiap orang sangat senang memperoleh berkat Tuhan. Terlebih lagi orang Kristen yang memiliki hubungan Bapa-anak dengan Tuhan sehingga tanpa rasa malu atau canggung untuk meminta berkat apa saja kepada Tuhan. Hampir tidak pernah kita sadari mungkin permintaan kita kepada Tuhan ternyata hanya untuk kepentingan diri sendiri. Dengan kata lain kita tak sadar kalau kita terlalu egois dengan permintaan kita. Namun demikian Tuhan setia dan senang mengabulkan setiap permintaan kita sebagaimana kita lihat contohnya dalam doa Yabes yang dikabulkan (1Taw 4;10)
Dan bacaan kita malam ini. Pernahkah kita berpikir tentang alasan Tuhan memberkati kita? Ada banyak jawaban yang kita dapatkan bahkan itu jawaban yang Alkitabiah; karena Dia mengasihi umatNya, karena Dia senang apabila umatNya sejahtera dan karena Ia baik. Ya, Tuhan itu baik.
Dalam pelajaran ini marilah kita merenungkan tiga pertanyaan yang dijawab oleh pemazmur. Inilah yang pertama:
Kenapa Tuhan mau memberkati kita?
Permohonan pemazmur lebih dalam dari doa Yabes, menyatakan kepada kita alasan Tuhan memberkati umatNya.
… supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
Pemazmur tidak sedang berkata: “Berkati aku supaya aku merasa hidupku nyaman, supaya aku tidak perlu kerja keras dalam hidup ini, supaya orang lain menjadi segan kepadaku, supaya aku menjadi orang yang berhasil di mata dunia, supaya aku dapat menjadi berkat bagi orang lain.”
Yang terakhir ini adalah alasan yang alkitabiah sebagaimana Abraham dipanggil untuk menjadi berkat bagi bangsa lain (Kej 12). Tetapi tetap bukan hal ini yang menjadi alasan utama meminta berkat Tuhan. Tuhan memberkati kita, pertama dan terutama supaya kita dapat mendatangkan kemuliaan bagi NamaNya.
Jadi mazmur ini dimulai dan diakhiri dengan pernyataan bahwa berkat Tuhan ditujukan bagi kemulianNya. Itulah alasan Allah memberkati kita.
Allah hendak memuliakan namaNya bukan hanya dinyatakan dalam mazmur ini saja tetapi itu menjadi isi seluruh Alkitab.
Dalam 1 Raj 8:60 bangsa Israel baru merampungkan pembangunan bait suci. Raja Salomo menaikkan doa yang panjang, dan terdapat alasan kenapa Tuhan mesti memberkati umatNya; “Supaya segala bangsa di bumi tahu, bahwa Tuhanlah Allah, dan tidak ada yang lain.” Salomo mohon diberkati, supaya semua manusia di mana pun dapat mengenal bahwa hanya ada satu Tuhan, yaitu Yahweh Allah Israel dan semua yang disebut sebagai tuhan lainnya adalah palsu.
Dalam Yoh 12:27-28. Pada malam sebelum Ia disalibkan, Yesus dihadapkan pada suatu dilema. Pada saat seluruh sisi kemanusiaanNya melawan bayangan penderitaan jasmani dan psikologis yang akan di alami di kayu salib Ia berkata:
Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku datang ke dalam saat ini. Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Maka terdengarlah suara dari sorga: “Aku telah memuliakan-Nya, dan Aku akan memuliakan-Nya lagi!”
Yesus tidak meminta keselamatan atau kenyamanan fisik; Ia tidak meminta keberhasilan duniawi atau kehormatan di mata orang banyak. Tetapi apa yang dimintaNya? Kemuliaan bagi Allah. Dan jawab Tuhan: ”Aku telah memuliakan namaKu di dalam hidupMu, dan akan memuliakannya juga dalam kematianMu”
Sangat mudah bagi kita untuk menganggap Tuhan sebagai sukarelawan yang berasal dari sorga, yang selalu siap melayani kita, menyediakan segala keperluan kita, memberi rasa aman dan memelihara kita. Segala kebutuhan manusia menjadi fokus utama kita, sehingga kita menganggap Tuhan sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan itu.Tuhan memberkati kita supaya kita dapat memenuhi tujuan keberadaan kita: yaitu, memuliakan DIA.
Memuliakan DIA di antara siapa?
Tuhan memberkati kita supaya kita dapat memuliakan namaNya di antara siapa? Apakah di antara mereka yang sudah percaya? Apakah di antara mereka yang menyebut diri sebagai orang Kristen? Di antara orang Bali? Di antara orang yang mirip dengan kita?
“… supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu…
Wahyu 7:9-10 menolong kita untuk mengerti maksud dari Firman ini.
Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!”
Mengapa penting bagi Tuhan membawa segala suku atau kelompok atau ras manusia ke hadapanNya? Renungkanlah: jika ada kelompok atau suku yang tertinggal, maka orang akan dapat berkata, “Hambatan budaya antara Kekristenan dan suku kami terlalu kuat; sehingga terlalu sulit bagi kami untuk menerima Kristus. Dengan kata lain itu, mereka berkata Allah tidak peduli pada suku kami, pada ras kami, pada bangsa kami. Orang tua, nenek moyang kami semuanya tak kenal Kristus, kami tidak bisa menjadi Kristen. Ini bukan salah kami. Jadi Allah tidak berhak menghakimi kami kalau kami tidak menerima Kristus.”
Allah memuliakan namaNya tanpa mengijinkan seseorang untuk berdalih.
Mari kita lanjutkan dengan pertanyaan terakhir:
Apakah manfaatnya bagi umat manusia?
Ay. 4 menjawab pertanyaan ini:
Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, …
Saat manusia memuji Allah, ketika Allah dimuliakan di dalam hidup mereka, apa yang terjadi dengan mereka? Memuliakan Allah membawa mereka kepada sukacita yang luar biasa! Mereka yang tidak memuliakan DIA, mereka yang berjalan di dalam kegelapan, mereka yang terbelenggu oleh ketakutan kepada tuhan yang tidak benar, terikat kepada berhala dan idola mereka, terikat pada harta mereka, pada kehormatan mereka, terikat wanita atau pria pujaan mereka… hidup tanpa sukacita! … sukacita yang tak terbayangkan!
“….. sukacita yang mulia dan yang tidak terkatakan,” (1Pet 1:8) ? full of glory!
Lanjutan ayat 4 menjelaskan kenapa hal ini terjadi:
“… sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi.” Maz 23:3 “…Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.”
Karena Allah yang terutama atas segala sesuatu, jika Dia menjadi yang terindah, terkasih, paling berkuasa atas segala sesuatu dalam hidup kita, maka DIA memberi kita sukacita terbesar yang tak pernah kita bayangkan.
Mintalah Tuhan memberkati Anda, supaya orang lain yang belum mengenal Allah yang hidup dan benar, juga dapat memuliakan Allah seperti Anda.
Mintalah berkat kepada Tuhan supaya Anda bisa bersaksi dengan terus terang dan penuh kasih kepada ribuan orang yang Anda jumpai yang belum mengenal Tuhan, yang berjalan di dalam kegelapan, tanpa harapan dan tanpa Tuhan.
Mintalah kepadaNya semua hal ini supaya nama Tuhan dikenal dan dimuliakan oleh setiap suku dan bahasa di bumi ini. Biarlah segala bangsa bersukaria dan memuliakan NamaNya!
Bacaan; Luk 15:11-24 dan Yes 55:6-7
Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia Dekat! Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan ranangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihinya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
Seseorang yang sedang disiksa di kantor polisi karena kedapatan mencuri, berteriak; tobat…tobat… tobat! Ia diadili dan dijebloskan ke dalam penjara selama beberapa bulan. Tetapi tidak lama setelah dilepaskan ia kembali melakukan perbuatan yang sama. Pertobatannya tidak sungguh-sungguh, hanya karena supaya tidak disiksa dan tidak memperoleh pengampunan.
Pertobatan dalam bacaan kita hari ini adalah pertobatan di hadapan TUHAN, yaitu pertobatan hidup secara total yang mendapat pengampunan dari TUHAN dan hidup bersama Dia selama-lamanya. Apakah yang seharusnya kita lakukan agar kita mendapatkan pengampunan atas segala dosa kita? Marilah kita perhatikan dengan baik langkah-langkah yang benar agar mendapat pengampunan berikut ini.
Pertama, menyadari kekeliruan
Ketika anak bungsu itu mellihat keadaanya yang serba menderita ia mulai menyadari kesalahannya. Keadaannya jauh berbeda dengan kondisi kalau ia tinggal bersama dengan bapanya. Kita dapat menyadari kekeliruan apabila kita mau menggunakan standar yang benar sebagai perbandingan. Bukan mengandalkan pengalaman, pengetahuan atau kekuatan kita yang pasti gagal. Menuju Maut
Ada yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut (Ams 14:12)
Sejak jatuh ke dalam dosa, manusia telah kehilangan kemuliaan Allah dan tersesat tanpa pedoman yang menolongnya menuju TUHAN. Apapun yang mereka anggap benar, ujungnya menuju maut. Kekeliruan hanya dapat diperbaiki apabila kita mengenal kebenaran yang asli atau yang sejati. Yesus berkata, ‘Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yoh 14;6). Hubungan kembali dengan Allah hanya dapat diperoleh di dalam Kristus. Tidak ada cara lain!
Kedua, berseru kepada Allah
Anak bungsu itu bangkit dan pergi kepada ayahnya, ia melakukan tindakan menuju kepada Allah. Nabi Yesaya mengatakan, “Carilah TUHAN… Berserulah kepada-Nya…” Hanya Dia yang pantas kita cari dan kepada-Nya kita harus berseru, bukan kepada yang lain. Sekarang inilah waktu yang diberikan TUHAN kepada kita. Janganlah menyia-nyiakannya. Karena mungkin kesempatan itu tidak akan datang lagi untuk yang kedua kalinya.
Ketiga, meninggalkan kejahatan
Seorang ibu menegur anaknya yang salah mengenakan seragam sekolah karena kesiangan dan terburu-buru. Tetapi anak itu tetap saja mengenakannya dan pergi ke sekolah. Akhirnya ia dihukum tidak boleh mengikuti pelajaran. Ia sudah diperingatkan tetapi tetap membandel, akhirnya menerima hukumannya.
Demikian juga seseorang yang tidak meninggalkan kejahatannya, ia tidak akan mendapat bagiannya dalam Kerajaan Allah. Pertobatan yang benar dan membawa kepada pengampunan adalah pertobatan yang disertai dengan tindakan nyata untuk meninggalkan segala perbuatan jahat.
Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia (1 Yoh 3:6).
Keempat, meninggalkan rangcangannya yang jahat
Konsep dari dari tindakan yang belum atau tidak dilakukan dengan perbuatan nyata disebut rancangan. Rancangan ini ada yang tertulis tetapi ada juga yang masih di dalam pikiran seseorang. Merancangkan sesuatu yang jahat terhadap orang lain? Pastilah kita akan menggelengkan kepala, hal itu terasa terlalu ekstrim. Tetapi kita sering mendengar seseorang menganggap masih wajar kalau menyimpan sesuatu yang kurang baik dalam pikirannya sebagai hal biasa.
Banyak orang menganggap dapat hidup dengan kejahatan asal tidak melakukannya.
Allah menuntut pertobatan yang seutuhnya, suatu pertobatan total tanpa menyisakan ruang bagi kejahatan dan rancangannya. Bukan tindakan pura-pura atau setengah-setengah. TUHAN tahu segala sisi hidup kita. Tak ada yang tersembunyi di hadapanNya. Tak ada yang terselip di balik baju kita yang rapi disetrika dan di semprot dengan parfum! Allah tahu isi hati kita.
Menyimpan rangcangan jahat akan menghacurkan hidup kita sendiri.
Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allahataumengucap syukur kepadaNya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap (Rm 1:21).
Dan inilah tandanya, bahwa kitamengenal Allah, yaitujika kita menuruti perintah-perintahNya.
Kelima, menerima pengampunanNya
… maka Dia akan mengasihaninya, dan… memberi pengampunan dengan limpahnya.
Bagaimanakah sikap yang benar untuk menerima pengampunan dari ALLAH? Adakah kita berdiri tegak dan memukul dada dengan gagah dan bangga seolah-olah pengampunan itu adalah hasil pertobatan kita? Perhatikanlah kata, ‘mengasihaninya’! Pertobatan, seberapa pun tulusnya, seberapa pun totalnya atau apapun bentuknya, bukanlah harga yang pantas untuk dibayarkan agar memperoleh pengampunan. Pengampunan adalah anugerah Allah yang diberikanNya atas dasar belas kasihan. Pertobatan adalah bukti pengakuan kita atas kedaulatan TUHAN dalam hidup kita.
‘…itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri’
(Ef 2:9).
Daniel 3:1-30
Pengertian iman berbeda dengan percaya. Kita tahu bahwa air akan membeku atau menjadi es pada suhu nol derajat celcius. Apabila kita meletakkan segelas air pada freezer kulkas yang suhunya di bawah 0oC, maka kita PERCAYA bahwa air itu akan menjadi es.
Ketika saya masih kelas dua SD, saya sangat takut melihat dua ekor kerbau yang sedang beradu di tengah jalan yang saya lalui ketika pulang sekolah. Saya berbalik dan lari menuju rumah seorang teman dan tetap di sana sampai ibu saya menjemput saya. Ketika saya melihat ibu saya datang, hati saya sangat sukacita. Tanpa pikir panjang saya langsung jalan di sebelah ibu menuju rumah kami. Saat itu ketakutan saya sudah hilang sama sekali. Saya merasa seperti sudah melewati kerbau-kerbau itu walaupun kami belum sampai di tempat itu lagi. Demikianlah gambaran sederhana tentang iman. Kita sudah mendapatkan apa yang kita perlukan jauh sebelum hal itu kita terima.
Marilah kita perhatikan, tindakan iman yang benar dari bacaan kita hari ini.
Iman yang benar menempatkan Allah sebagai yang Utama
Disadari atau tidak, kita selalu mengharapkan hasil dari setiap tindakan yang kita lakukan sekecil apapun itu. Tetapi disayangkan tidak selalu dalam tindakan dan harapan mendapat hasil itu, TUHAN mendapat tempat yang utama. Pengalaman, kepintaran, harta dan kehormatan yang kita miliki selalu menjadi dasar dalam mengambil tindakan atau keputusan. Bahkan tidak jarang kita mengambil keputusan berdasarkan emosi atau gelap mata.
Perhatikanlah baik-baik tindakan dari ketiga orang dalam bacaan di atas. Keputusan yang mereka ambil bukan perkara sederhana, tetapi keputusan yang akan beresiko bagi keluarga, pekerjaan, diri mereka sendiri bahkan bangsanya secara keseluruhan. Mereka semua adalah orang yang memiliki kedudukan di Babel. Dari jabatannya itu mereka memperoleh kehidupan yang baik, harta benda dan kehormatan.
Tetapi karena iman, mereka mengutamakan ALLAH dalam keputusannya, tanpa perlu memperdebatkannya (ay 16-18). Iman adalah tindakan bukan pidato yang berapi-api, bukan pula debat kusir atau debat publik di media massa.
Iman bergantung kepada kehendak ALLAH
Mengutamakan ALLAH tidak menuntut atau memaksa ALLAH melakukan yang kita kehendaki sebagai balasan atas ketundukan kita kepadaNya. Tetapi mengutamakan ALLAH adalah mengakui dan menyadari segalanya tergantung kepada ALLAH bukan pada kita. Dengan alasan apapun kita sering menuntut ALLAH melakukan sesuatu bagi kita sebagai jawaban dari ketaatan yang kita lakukan. Bahkan kita mengajukan protes apabila jawaban ALLAH tidak sesuai dengan keinginan kita.
Kerendahan hati Sadrakh, Mesakh dan Abednego terungkap dalam ayat 17 dan 18, “…Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”
Iman yang benar mendatangkan kemuliaan bagi ALLAH
Ayat 28; “…“Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya,…”
Hanya ALLAH yang layak mendapat pujian atas apa dilakukanNya, meskipun kita menerima hasil dari tindakan ALLAH tersebut. Karena memang ALLAH yang melakukannya bukan kita. Dengan demikian tidak ada alasan bagi kita untuk bermegah diri.
Apabila kita menaruh iman kepada ALLAH dalam sekecil apapun tindakan yang kita lakukan dan mengutamakan ALLAH dalam sesederhana apapun keputusan yang kita ambil, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bersyukur kepadaNya. Itulah sebabnya Paulus menasehati kita untuk selalu bersuyukur.
Kolose 3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
Bacaan : Maz. 111: 1-10
Ay 1
Ay 2 dan 3
Ay 4
Ay 5
Ay 6, 7 & 8
Ay 9
Let’s learn A to Z…. ••
?•• A : Accept
Terimalah Diri Anda sebagaimana adanya
?•• B : Believe
Percayalah terhadap Kemampuan Anda tuk meraih apa yg Anda inginkan dlm Hidup
?•• C : Care
Pedulilah pd Kemampuan Anda
Dan sesama
?•• D : Direct
Arahkan pikiran pd hal² Positif yg meningkatkan Kepercayaan Diri
?•• E : Earn
Terimalah Penghargaan yg diberi orang lain dgn tetap berusaha mjd yg Terbaik
?•• F : Face
Hadapi masalah dgn Benar dan Yakin
?•• G : Go
Berangkatlah dari Kebenaran
?•• H : Homework
Pekerjaan Rumah adlh langkah penting utk Pengumpulan Informasi
?•• I : Ignore
Abaikan celaan orang yg menghalangi jalan Anda mencapai Tujuan
?•• J : Jealously
Rasa Iri dpt mbuat Anda tdk mhargai klebihan Anda sendiri, Jadi hindarilah
?•• K : Keep
Trus Berusaha walaupun beberapa kali Gagal
?•• L : Learn
Belajar dari Kesalahan dan Berusaha utk tdk mengulanginya
?•• M : Mind
Perhatikan Urusan sendiri dan Tdk menyebar Gossip tentang orang lain
?•• N : Never
Jangan pernah Putus Asa
?•• O : Observe
Amatilah sgl hal disekeliling Anda. Phatikan, Dengarkan, dan Belajar dari Orang lain
?•• P : Patience
Sabar adlh Kekuatan tak ternilai yg membuat Anda terus Berusaha
?•• Q : Question
Pertanyaan perlu utk mencari Jawaban yg Benar dan menambah Ilmu
?•• R : Respect
Hargai Diri sendiri dan juga Orang lain
?•• S : Self Confidence, Self Esteem, Self Respect
Pcaya diri, Harga diri, Citra diri, Phormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang
?•• T : Take
Btanggung jawab pd setiap Tindakan Anda
?•• U : Understand
Pahami bhw Hidup itu sllu ada Potensi utk naik
?•• V : Value
Nilai Diri sendiri dan orang lain,
Berusahalah melakukan yg Terbaik
?•• W : Work
Bekerja dengan Giat, Jangan lupa Berdoa
?•• X : X’tra
Usaha lebih Keras membawa Keberhasilan
?•• Y : You
Anda dapat membuat suatu yg berbeda
?•• Z : Zero
Selalu Ingat, Usaha Nol membawa hasil Nol pula…
source: Inspirasi