MU
Makna dan Filosofi dari Sajian Nasi Tumpeng

Makna dan Filosofi dari Sajian Nasi Tumpeng

10 Maret 2020
292x
Ditulis oleh : Gandi

Pasti tahu dan kenal dong dengan yang namanya nasi tumpeng. Tumpeng atau disebut juga dengan sebutan buceng merupakan olahan nasi yang bentuknya kerucut menyerupai gunung lengkap dengan sajian lauk pauk di sekelilingnya. Tumpeng atau buceng di dalam budaya Jawa biasanya dapat ditemui sebagai sesaji atau sajian utama pada berbagai acara syukuran, kenduri maupun selamatan serta upacara-upacara tertentu seperti peringatan satu suro. Di dalam penyajiannya pun bervariasi dan nasi yang digunakan bisa berupa nasi putih biasa, nasi kuning, nasi gurih ataupun nasi ketan. Tetapi secara umum, sajian nasi tumpeng ini diidentikkan dengan olahan nasi kuning yang berbentuk kerucut dengan nasi putih di atasnya kemudian disajikan di atas tampah yaitu wadah berbentuk bundar yang terbuat dari anyaman bambu dan dialasi daun pisang. 

Menurut sejarahnya, nasi tumpeng ini dibuat sebagai salah satu cara untuk memuliakan gunung yang dianggap sebagi tempat bersemayamnya para hyang atau arwah para leluhur. Di mana saat itu, masyarakat dipengaruhi budaya Hindu sehingga nasi tumpeng dibentuk kerucut untuk meniru bentuk gunung suci Mahameru sebagai tempat bersemayamnya dewa-dewi. Dan pada saat Islam masuk ke Nusantara, nasi tumpeng ini diadopsi serta dikaitkan dengan filosofi Islam Jawa. Dalam bahasa Jawa, tumpeng adalah akronim dari "yen metu kudu sing mempeng" yang memiliki arti bahwa kalau keluar harus sungguh-sungguh. Sementara buceng itu sendiri adalah singkatan dari "nyebuto sing kenceng" (giat berdoa dan ingat kepada Yang Maha Kuasa). 

Adapun cerita dari para sesepuh bahwa tumpeng dan buceng ini adalah sajian dalam tradisi orang Jawa yang penuh dengan berbagai kandungan moral serta filosofi hidup. Karena pada setiap bagian dari pirantinya tersebut mempunyai makna sebagai perwujudan rasa syukur dan ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta. Terkandung makna yang sangat mendalam dari sajian tumpeng yang menunjukkan bahwa di dalam tradisi nenek moyang kita sangat tinggi. Di balik sajian nasi tumpeng serta tujuh macam lauk pauknya, angka 7 di dalam bahasa Jawa memiliki makna sebagai pitulungan atau pertolongan.

1.Nasi kerucut

Bentuk nasi yang kerucut memiliki makna sebagai simbol agar selalu berserah diri kepada Tuhan dan menaruh harapan agar selalu hidup sejahtera. Sedangkan warna kuning melambangkan rasa kekhusyukan.

2.Ayam ingkung 

Ayam dimasak utuh ingkung serta diberi bumbu kuning dan kaldu santan yang kental sebagai simbol bahwa menyembah Tuhan dengan khusyuk atau manekung dan dengan hati yang tenang atau wening maka akan dapat mencapai diri menjadi seseorang yang sabar serta dapat mengendalikan diri. Pada prosesi penyembelihannya pun, dengan memilih ayam jago sebagai makna menghindari sifat buruk ayam jago seperti sombong, congkak, bila berbicara selalu meyela dan merasa tahu/ benar sendiri (berkokok), tidak setia serta tidak perhatian terhadap anak istri.

3.Ikan lele

Dahulu ikan lele disertakan pada sajian nasi tumpeng yang bermakna ketabahan, keuletan dalam hidup serta sanggup hidup dalam situasi ekonomi yang paling bawah sekalipun. Ikan lele memiliki karakter tahan hidup di air yang tidak mengalir dan di dasar sungai.

4.Ikan teri

Umumnya ikan teri ini digoreng dengan tepung maupun tanpa tepung. Ikan teri hidup di laut dan selalu bergerombol sehingga memberikan makna kebersamaan dan kerukunan. Selain itu, ikan teri ini menjadi simbol ketabahan, keuletan dalam hidup serta sanggup hidup dalam situasi ekonomi paling bawah sekalipun.

5.Telur rebus

Sajian pelengkap lainnya yaitu telur rebus utuh sebagai simbol bila manusia diciptakan dengan fitrah yang sama, yang membedakannya hanyalah ketakwaan dan tingkah lakunya. Dalam piwulang jawa mengajarkan tata, titi, titis dan tatas. Yang berarti etos kerja yang baik adalah kerja yang terencana, teliti, tepat perhitungan serta diselesaikan dengan tuntas.

6.Sayur urap

Sayur urap ini terdiri dari kangkung, bayam, kacang panjang, tauge, kluwih dengan bumbu sambal parutan kelapa.Simbol-simbol penting dari sayuran ini adalah :

  • kangkung berarti jinangkung (melindungi).
  • Bayam berarti ayem tentrem.
  • Taoge yang berarti tumbuh.
  • Kacang panjang yang berarti pemikiran jauh ke depan.
  • Bwang merah berarti mempertimbangkan segala sesuatu dengan matang baik buruknya.
  • Cabe merah pada ujung tumpeng sebagai simbol api yang memberikan penerangan atau tauladan yang bermanfaat bagi orang lain.
  • Kluwih berarti linuwih atau mempunyai kelebihan dibanding lainnya.
  • Bumbu urap berarti urip atau hidup atau mampu menghidupi keluarga.

7.Sambal goreng

Biasnaya terbuat dari tahu, tempe, kentang serta sambel goreng tumis dengan bumbu. Bahan-bhaan yang diiris menjadi potongan kecil bermakna gotong royong serta guyup rukun dalam bermasyarakat.

Ternyata dalam sajian nasi tumpeng mengandung makana yang sangat dalam. Dan filosofi yang terkandung di dalam nasi tumpeng tersebut agar dapat menjadi pedoman kita dalam menjalani hidup. Jadi dapat disimpulkan bahwa adanya nasi tumpeng pada acara-acara tertentu menyiratkan harapan yang baik. Namun terkadang kini untuk membuat nasi tumpeng sendiri membutuhkan waktu yang cukup lama dan bahkan mungkin dapat menyita waktu bila anda memiliki kesibukan yang lain. Tetapi anda tidak perlu khawatir lagi karena kini telah ada nasi tumpeng Jakarta Selatan yang merupakan jasa catering yang menyediakan nasi tumpeng yang telah banyak divariasikan. Berpenampilan lebih modern sehingga cocok untuk berbagai acara seperti harui ulang tahun, perayaan kemerdekaan, hari pernikahan, acara rapat dan lain sebagainya. Anda cukup memesan nasi tumpeng di Royal Tumpeng sehingga acara yang anda selenggarakan lebih menyenangkan.

Baca Juga:
Membuat Camilan Bolu Pisang Kukus dari Pisang Muli!

Membuat Camilan Bolu Pisang Kukus dari Pisang Muli!

Kuliner      

17 Apr 2020 | 123


Masa di rumah saja membuat orang-orang kini menjadi lebih kreatif dalam melakukan berbagai hal. Di awal masa di rumah saja, banyak kita jumpai orang-orang disibukkan dengan kreatifitasnya ...

Pahami Makna yang Terkandung dalam At Tin

Pahami Makna yang Terkandung dalam At Tin

Tips      

31 Maret 2020 | 33


Al Quran secara bahasa dapat diartikan sebagai bacaan yang sempurna dan bila dijelaskan dengan lebih panjang sedikit yaitu merupakan salah satu nama Kitab yang diturunkan oleh Allah SWT ...

Bagaimana Mencegah Rayap 'Nemplok' di Lemari Kayumu!

Bagaimana Mencegah Rayap 'Nemplok' di Lemari Kayumu!

Tips      

12 Apr 2020 | 135


Rayap, ini adalah hewan kecil yang bisa membuat kaget. Ya, kaget ketika dia tiba-tiba berkoloni nemplok di salah satu perabotan kita. Lemari kayu, ini adalah salah satu perabot yang sering ...

Wisata Mainstream Yogyakarta

Wisata Mainstream Yogyakarta

Pariwisata      

26 Nov 2018 | 550


Yogyakarta, kota dengan pesona alam wisata hingga jajanan kulinernya dapat membuat anda betah untuk menghabiskan waktu di kota ini. Kota ini banyak menyimpan keindahan alam serta kebudayaan ...

Minggu Pagi Ada di Bandung? Ke Lapangan Tegallega Saja!

Minggu Pagi Ada di Bandung? Ke Lapangan Tegallega Saja!

Pariwisata      

9 Feb 2020 | 216


Lapangan Tegallega, ini adalah salah satu destinasi wisata (di Minggu pagi) yang bisa menjadi pilihanmu di akhir pekan. Berbeda dengan hari-hari biasanya, lapangan yang terletak di bilangan ...

Yuk, Jalan-jalan Ke Dapur Mengolah Telur Ceplok Balado!

Yuk, Jalan-jalan Ke Dapur Mengolah Telur Ceplok Balado!

Kuliner      

16 Apr 2020 | 108


Telur, siapa yang tak kenal bahan makanan dengan protein hewani ini. Telur ini adalah bahan makanan yang begitu populer di masyarakat. Telur yang sangat familiar ini bisa dimakan langsung, ...

Copyright © CeritaBijak.com 2018 - All rights reserved