MU

Viralisasi Punggung Mantan Jokowers 2019 dan Dukungan untuk Anies-Muhaimin

12 Okt 2023
1165x
Ditulis oleh : Writer

Mantan Relawan Jokowi atau yang sering disebut Jokowers yang Viral tahun 2019 dengan punggungnya, Dadan Hamdani, telah mengajak masyarakat untuk mendukung pasangan Anies-Muhaimin dalam pemilihan presiden tahun 2024. Dadan meyakini bahwa ajakannya ini merupakan bagian dari taubatan nasuhanya, karena menurutnya selama pemerintahan Jokowi, masyarakat telah menderita.

Dadan mengekspresikan penyesalannya karena sebelumnya ia pernah mendukung dan mengajak teman-temannya untuk melakukannya. Bagi Dadan, ini adalah sebuah aib yang harus diakui. Dia bahkan pernah memproduksi ribuan topi dan membagikannya kepada masyarakat pada acara Car Free Day tahun 2013. Hingga tahun 2014, ia terus mendukung pemerintahan tersebut. Namun, pandangan Dadan mulai berubah ketika ia menyaksikan sejumlah kebijakan pemerintah yang tampaknya tidak mendukung demokrasi dan kepentingan masyarakat. Khususnya, ia merasa bahwa Omnibus Law dan kebijakan lainnya cenderung tidak sesuai dengan keinginan rakyat dan justru merugikan mereka. Bahkan, KPK, yang sebelumnya menjadi kebanggaan Indonesia, mengalami pelemahan selama masa pemerintahan tersebut. Kebijakan terkait minyak goreng dan kebutuhan pokok juga dianggap tidak matang dan merugikan rakyat.

Dadan juga mencatat lonjakan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya yang tidak stabil dan selalu meningkat. Terlebih lagi, petani menjadi lebih miskin akibat pencabutan subsidi pupuk, menciptakan ketidakpastian di kalangan mereka. Semua ini menjadi bukti dari kekacauan dan ketidakkonsistenan dalam kebijakan pemerintah.

Menurut Dadan Hamdani, kemerosotan ekonomi sangat terasa, dan ekonomi Indonesia berada di titik terendah dengan meningkatnya impor produk luar negeri yang merugikan industri dalam negeri. Banyak industri harus gulung tikar, dan pengangguran meningkat. Menurut Dadan, satu hal yang memprihatinkan adalah bahwa investasi yang diiklankan pemerintah justru menyedot banyak tenaga kerja asing, yang menjadi masalah besar. Menurut Dadan, hanya Anies dan Muhaimin yang mampu menyelesaikan masalah ini.

Di sisi lain, kebijakan regulasi dan aspek kebijakan lainnya justru tampaknya membuat kemiskinan dan ketimpangan semakin bertambah. Perkembangan E-Social Media Commerce dan E-Commerce juga terlalu disederhanakan akibat pergeseran dalam penggunaan media sosial yang sekarang dijadikan platform bisnis dan perdagangan. Namun, pada kenyataannya, masuknya produk-produk impor yang tidak terkendali telah menjadikan Indonesia sebagai pasar bagi produk-produk murah dan predatory pricing yang merugikan ekonomi dalam negeri. Sehingga regulasi yang ada terlalu sederhana.

Dadan mengungkapkan, "Pada awal pemerintahan Jokowi, kami sangat gembira karena impor dihentikan, tetapi persiapan untuk penyediaan barang dalam negeri tidak serius. Penunjukan pejabat-pejabat terkait juga dianggap tidak kompeten, sehingga semuanya tampak tidak terkoordinasi. Ini adalah suatu kontradiksi yang sangat mencolok."

Sebagai contoh, ketika pemerintah tiba-tiba menghentikan impor daging, alasan utamanya adalah untuk mencapai swasembada daging menjelang Hari Raya. Namun, upaya ini tidak disertai dengan perencanaan matang yang mencakup peta jalan yang komprehensif untuk pengembangan peternakan daging. Dengan begitu, masyarakat melihat kekacauan karena kebijakan ini tidak didukung oleh data yang komprehensif.

Selain itu, penegakan hukum juga terlihat sembarangan, seperti penggerebekan terhadap rumah-rumah penggemukan sapi yang dianggap menimbun sapi. Ini hanya menciptakan kesan bahwa kampanye anti-impor hanya berbicara saja. Keadaan ini mungkin merugikan masyarakat karena harga daging naik, tetapi para petani dan pengusaha peternakan tidak mendapat manfaat. Semuanya terlihat amatir dan tampaknya pejabat-pejabat yang tidak kompeten ditempatkan dalam posisi kunci.

Dadan menegaskan bahwa mereka yang pernah mendukung keputusan salah dengan kapasitas yang sangat terbatas dan tanpa kompetensi telah berdosa. Hal ini pasti merugikan masyarakat dalam skala mikro dan makro.

Dadan mengamati bahwa selama sembilan tahun terakhir, kebijakan pemerintah justru terlihat merugikan rakyat. Misalnya, harga BBM yang seharusnya mengikuti harga pasar dunia ternyata tidak berjalan seperti yang diharapkan. Bahkan, ketika harga minyak dunia turun, harga BBM di Indonesia tidak mengikuti penurunan tersebut.

"Ironisnya, ini terjadi ketika seorang yang dekat dengan Jokowi, yaitu Ahok, menjadi Komisaris Pertamina. Namun, semua upaya ini nampaknya hanya omong kosong," kata Dadan.

Dadan mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang cerdas, memiliki rekam jejak yang jelas, memiliki pendidikan yang baik, dan memahami masalah-masalah yang dihadapi. Menurut Dadan, kunci untuk mengatasi masalah adalah memahami masalah tersebut. Oleh karena itu, menurutnya, Anies-Muhaimin adalah pilihan yang tepat karena mereka adalah aktivis yang pernah berjuang untuk demokrasi.

Dadan menyimpulkan, "Saya yakin bahwa mereka adalah orang yang dapat memimpin Indonesia dengan mengedepankan nilai-nilai demokrasi dan mendengarkan suara rakyat. Itulah yang sebenarnya kita inginkan. Amin."

Sumber: suaranasional.com

Baca Juga:
anggota DPR dapil Jakarta

Peran Anggota DPR Dapil Jakarta dalam Mewakili Aspirasi Masyarakat: Studi Kasus Pemilu 2024

     

28 Apr 2025 | 745


Pemilu 2024 di Indonesia menjadi momen penting bagi masyarakat untuk menentukan wakil-wakil mereka, termasuk anggota DPR dapil Jakarta. Dapil Jakarta, sebagai Ibu Kota negara, memiliki ...

Bisnis

Meningkatkan Daya Saing dengan Media Monitoring dan Analisis Pasar

Tips      

18 Maret 2025 | 495


Dalam era digital yang terus berkembang, persaingan bisnis semakin ketat. Untuk memenangi kompetisi ini, penting bagi perusahaan untuk memiliki strategi persaingan bisnis yang efektif. ...

Sosial Media

Cara Kerja Jasa Buzzer dalam Meningkatkan Popularitas di Media Sosial

Gadget      

2 Apr 2025 | 603


Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi alat yang sangat penting bagi individu maupun perusahaan untuk membangun citra dan meningkatkan popularitas. Salah satu metode yang kian ...

Keunggulan YouTube Shorts dan Cara Agar Video Shorts YouTube Trending

Keunggulan YouTube Shorts dan Cara Agar Video Shorts YouTube Trending

Tips      

27 Maret 2025 | 536


Dalam beberapa tahun terakhir, YouTube telah memperkenalkan fitur baru yang menarik perhatian pengguna, yaitu YouTube Shorts. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah video pendek ...

Strategi Meningkatkan Peringkat SEO di Mesin Pencari Tahun 2026

Strategi Meningkatkan Peringkat SEO di Mesin Pencari Tahun 2026

Tips      

28 Jun 2026 | 131


Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan algoritma mesin pencari, banyak pebisnis merasa bahwa memenangkan posisi di halaman pertama Google adalah sebuah kemustahilan yang sangat ...

Tips Meningkatkan Kecepatan Akses Website

Tips Meningkatkan Kecepatan Akses Website

Tips      

14 Jun 2024 | 1008


Kecepatan akses website merupakan faktor krusial yang kini menjadi fokus utama bagi pemilik situs web. Dalam era digital yang penuh persaingan ini, kecepatan akses website memiliki pengaruh ...

Copyright © CeritaBijak.com 2018 - All rights reserved