RajaKomen
RUU BPIP Cacat: Bisa Lebih Parah Dari RUU HIP

RUU BPIP Cacat: Bisa Lebih Parah Dari RUU HIP

22 Jul 2020
507x
Ditulis oleh : Writer

Rancangan Undang-Undang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP) yang sedang diusulkan oleh pemerintah mengandung ketidakjelasan tujuan apa sebenernya yang ingin dicapai. Seharusnya materi muatan suatu Rancangan Undang-Undang merupakan pengaturan lebih lanjut Undang-Undang Dasar 1945.

Yang menjadi pertanyaan dimana sebenarnya posisi RUU BPIP terkait dengan norma dasar yang menjadi dasar hukum pembentukannya.

Setidak-tidaknya harus ada dasar perintah suatu Undang-Undang  untuk diatur dengan Undang-Undang. Tetapi faktanya RUU BPIP didasarkan pada kehendak Presiden semata untuk menjadikan pidato Bung Karno 1 Juni 1945 sebagai ideologi Pancasila, sebagaimana tertuang dalam Keppres Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila.

Kehendak Presiden tersebut pastilah dengan bayang-bayang atau tekanan dari partai pengusungnya PDIP. Sangat jelas terlihat dengan dibentuknya lembaga yang tidak terlalu penting yaitu dibentuknya BPIP yang tujuannya kini mulai terkuak yakni munculnya Rancangan RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU-HIP) yang kini diusulkan menjadi RUU BPIP.

Semua kejadian tersebut merupakan satu kesatuan rangkaian proses Peta jalan Ideologi pancasila 1 Juni 1945. Peta jalan yang dimaksud adalah memuluskan rencana politik ideologis PDIP dalam rangka tafsir tunggal Pancasila.

Kerja politik kerja ideologis PDIP kemudian masuk kedalam pemikiran pemerintahan saat ini, tujuannya adalah menghadang perjuangan penerapan Syariat Islam dalam sistem hukum nasional secara legal dan konstitusional.

Untuk kepentingan ini pemerintah sebelumnya telah menerbitkan Perppu Ormas yang kini sudah menjadi Undang-Undang  dengan sasaran pertamanya yaitu HTI, yang dianggap menyebarkan ideologi Khilafah yang bertujuan untuk mengganti Pancasila dan UUD 1945.

Padahal tidak ada yang salah dengan Khilafah, yang sebenarnya Khilafah hanyalah sistem pemerintahan Islam yang diajarkan oleh Khulafaur Rasyidin.

Dari rentetan kondisi tersebut semuanya sudah jelas dengan hadirnya RUU HIP yang berbau sekularis-komunis dan hadir pula RUU BPIP. Keduanya sangat jelas bertujuan untuk memasung ajaran Islam dalam penyelenggaraan negara.

Dengan hadirnya RUU BPIP kembali patut diwaspadai dan pastinya bukan solusi tentang masalah ini, bahkan bisa lebih berbahaya dari RUU HIP sebelumnya.

 

Baca Juga:
Basuki Setianugroho Penipu

Basuki Setianugroho Penipu

Gadget      

22 Des 2020 | 319


...

Tips Agar Hasil Foto Menarik

Tips Agar Hasil Foto Menarik

Tips      

27 Nov 2018 | 827


Pastinya ingin kelihatan menarik saat berfoto agar mendapatkan hasil foto yang keren. Entah itu hanya sekedar untuk eksis di media sosial ataupun mengabadikan kenangan membuat kita ...

Berbelaja Kebutuhan Pokok di Era Pandemi Virus Korona

Berbelaja Kebutuhan Pokok di Era Pandemi Virus Korona

Tips      

19 Apr 2020 | 620


Berbelanja membeli bahan pokok, ini adalah aktifitas yang rutin dilakukan setiap rumah tangga. Hal ini dilakukan sejak zaman dahulu sebelum ada pandemi hingga kini. Mengapa tetap rutin? Ya ...

Strategi Franchise Laris Manis

Strategi Franchise Laris Manis

Tips      

18 Des 2019 | 540


Usaha franchise saat ini cukup laris dan berkembang. Hal ini karena mereka sudah memiliki nama yang pastinya akan membantu dalam proses penjualan. Apalagi biasanya tidak perlu meracik bumbu ...

Yuk Intip Wisata Kuliner di Malang yang Tetap Legendaris Hingga Kini

Yuk Intip Wisata Kuliner di Malang yang Tetap Legendaris Hingga Kini

Pariwisata      

22 Mei 2020 | 570


Kota malang adalah  kota dengan banyak tempat wisata yang tentunya sangat  menarik untuk dikunjungi. Selain tempat wisata, terdapat juga beberapa wisata kuliner  di Malang ...

Work From Home dan Dinamikanya di Era Pandemi Virus Korona

Work From Home dan Dinamikanya di Era Pandemi Virus Korona

Tips      

21 Maret 2020 | 608


Work from Home, ini adalah pengalaman kerja dengan situasi berbeda yang dialami oleh banyak pekerja di masa sekarang ini. Kini berbagai aplikasi digital yang membuat kita bisa saling ...

Copyright © CeritaBijak.com 2018 - All rights reserved