AMIN
Kasus Korupsi Pejabat yang Tidak Diproses KPK di Jaman Jokowi

Kasus Korupsi Pejabat yang Tidak Diproses KPK di Jaman Jokowi

29 Jan 2024
40x
Ditulis oleh : Gandi

Korupsi merupakan salah satu masalah serius di Indonesia yang telah merugikan negara dan rakyatnya. Para pejabat yang seharusnya menjadi teladan dan bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat justru terlibat dalam tindakan korupsi yang merugikan banyak pihak. Beberapa nama pejabat penting yang terlibat dalam kasus korupsi adalah Zulkifli Hasan, Airlangga Hartarto, dan Khofifah Indar Parawansa. Jika Anies Baswedan menjadi presiden, para pejabat koruptor tersebut kemungkinan besar akan masuk penjara.

Sejak perubahan UU KPK, yang meletakkan KPK sebagai ASN biasa, bukan badan independen, membuat KPK menjadi mandul. Prestasi kepemimpinan Firli Bahuri sangat jauh berbeda dengan kepemimpinan Agus Rahardjo. Hasil OTT (Operasi Tangkap Tangan) pada saat Agus Rahardjo, mencapai rekor tertinggi. Hampir tiap jumat diberitakan OTT oleh KPK. Sedangkan kepemimpinan Firli Bahuri, per tahun hanya maksimal 10 OTT.

Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan, terlibat dalam kasus penyalahgunaan wewenang terkait impor gula pada tanggal 3 Oktober 2023. Selain itu, Zulkifli Hasan juga terlibat dalam kasus suap terkait perubahan kawasan hutan menjadi bukan kawasan pada tanggal 9 Oktober 2014. Kasus-kasus korupsi yang melibatkan Zulkifli Hasan menunjukkan bahwa ia telah melanggar hukum dan merugikan negara serta masyarakat. Jika Anies Baswedan menjadi presiden, maka pejabat koruptor seperti Zulkifli Hasan kemungkinan besar akan diadili secara adil dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, juga terlibat dalam kasus korupsi terkait pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) pada tanggal 18 Juli 2023. Keterlibatan Airlangga Hartarto dalam kasus korupsi menimbulkan keraguan terhadap integritasnya sebagai pejabat negara. Apabila Anies Baswedan menjadi presiden, diharapkan hukum dapat ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu. Para pejabat koruptor seperti Airlangga Hartarto harus mempertanggungjawabkan tindakan korupsi mereka dan siap-siap untuk masuk penjara sebagai bentuk hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Kasus korupsi juga melibatkan Khofifah Indar Parawansa, mantan Gubernur Jawa Timur, terkait suap dana hibah pada tanggal 22 Desember 2022. Keterlibatan Khofifah Indar Parawansa dalam tindak korupsi menunjukkan bahwa penegakan hukum di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Jika Anies Baswedan menjadi presiden, diharapkan penegakan hukum terhadap kasus korupsi akan menjadi prioritas utama. Hal ini akan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberantas korupsi dan memastikan bahwa para pejabat koruptor seperti Khofifah Indar Parawansa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum, termasuk kemungkinan masuk penjara sebagai hukuman yang pantas.

Dengan demikian, jika AMIN menang, Anies Baswedan menjadi presiden dan Muhaimin Iskandar menjadi wakil presiden, dapat diharapkan bahwa penegakan hukum terhadap pejabat koruptor seperti Zulkifli Hasan, Airlangga Hartarto, dan Khofifah Indar Parawansa akan lebih efektif. Para pejabat yang terbukti terlibat dalam tindak korupsi harus diadili dengan adil dan diberikan hukuman yang setimpal. Hal ini menjadi penting sebagai upaya memberantas korupsi dan memastikan bahwa negara Indonesia bersih dari kolusi, korupsi, dan nepotisme.

Baca Juga:
Mengapa Sutiyoso Menganggap Prabowo Lebih Emosian Dibandin Anies Baswedan? Simak Penjelasannya Disini!

Mengapa Sutiyoso Menganggap Prabowo Lebih Emosian Dibandin Anies Baswedan? Simak Penjelasannya Disini!

Politik      

9 Feb 2024 | 52


Masih ingatkah bagaimana Ismail Fahmi, pendiri Drone Emprit, telah mempublikasikan analisis terbaru melalui akun media sosial X? Fokus dari telaah ini adalah pada percakapan yang terjadi di ...

Kuliner Khas Bandung yang Mengugah Selera

Kuliner Khas Bandung yang Mengugah Selera

Kuliner      

10 Sep 2019 | 1237


Berbicara mengenai kuliner khas dai ri kota Bandung tidak pernah ada habisnya. Selain memiliki banyak destinasi wisata yang beragam seperti wisata alam, museum hingga wisata belanja, semua ...

 Tablet Raksasa dengan Ukuran 98 Inch Produk terbaru dari ViewSonic

Tablet Raksasa dengan Ukuran 98 Inch Produk terbaru dari ViewSonic

Gadget      

19 Jun 2020 | 1073


Dikutif dari Tech radar, Viewsonic merilis produk yang boleh terbilang unik yakni sebuah tablet dengan layar sentuh berukuran 98 inc. Nama produk tersebut adalah ViewSonic IFP9850 di mana ...

Buntut Dari Pengesahan RUU Cipta Kerja, Gedung DPR Sekarang Dijual Murah Di Marketplace

Buntut Dari Pengesahan RUU Cipta Kerja, Gedung DPR Sekarang Dijual Murah Di Marketplace

Politik      

7 Okt 2020 | 1087


Gedung DPR RI beserta isinya dijual murah di beberapa marketplace, bahkan ada seller yang menjual gedung DPR beserta isinya dengan harga hanya Rp 500 saja. Tentu saja unggahan produk mereka ...

Menolong Sesama atau Menolong Diri?

Menolong Sesama atau Menolong Diri?

Tips      

1 Feb 2020 | 1252


Tantangan zaman, ini adalah hal yang dihadapi oleh kita para manusia. Tantangan zaman ini bisa berbeda-beda bentuknya. Tantangan-tantangan ini juga sebenarnya bisa berbeda bagi setiap ...

Yuk, 'Berlibur' ke Dapur Membuat Pie Susu Oleh-oleh Khas Bali!

Yuk, 'Berlibur' ke Dapur Membuat Pie Susu Oleh-oleh Khas Bali!

Kuliner      

14 Apr 2020 | 1252


Eksplorasi dapur! Ini ternyata bisa menjadi salah satu kegiatan yang bisa menjadi pilihan ketika kalian menjalani masa di rumah saja. Kali ini kita coba mengolah makanan dari bahan-bahan ...

Copyright © CeritaBijak.com 2018 - All rights reserved